Kamis, 25 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Kue Talam, Lembut, Manis, dan Bikin Ketagihan

11 Februari 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

LEZAT: Kue talam susu memiliki rasa manis dan legit.

LEZAT: Kue talam susu memiliki rasa manis dan legit. (BISYARAH JELANG FITRIA, OWNER V’EAT CAKE)

Bingung cari camilan untuk acara arisan atau sekadar berkumpul dengan keluarga? Mungkin bisa pilih beberapa jajanan kue tradisional sebagai alternatif.

Di zaman melineal ini, kue-kue tradisional yang dulu eksis di zamannya, kini mulai tergeser. Jajanan tersebut digeser oleh kehadiran kue-kue modern. Meski begitu, bukan berarti kue tradisional tersebut hilang, melainkan tetap ada atau eksis di hati pecinta kuliner. Pecinta kue ini merasa, soal rasa tidak pernah bohong. Artinya, kue tradisional banyak yang memiliki rasa yang tak kalah enak dengan kue modern.

Salah satu kue tradisional yang bisa jadi alternatif untuk acara arisan atau kumpul keluarga yakni kue talam. Kue talam merupakan sajian khas Betawi. Namun kini, kue tersebut mudah ditemukan di berbagai kota. Hal itu diungkapkan Bisyarah Jelang Fitria, owner V'eat Cake.

Dia mengatakan, kue talam salah satu jenis makanan camilan tradisional yang masih eksis. Kue talam ini umumnya dibuat dengan bahan baku tepung-tepungan. Seperti tepung beras, tepung singkong (tapioka), terigu, atau sagu. "Biasanya saya menggunakan bahan dari tepung beras dan tapioka," jelasnya.

Ada banyak macam talam. Talam susu, abon, dan ubi. Tergantung selera. Talam susu bertekstur lembut dengan rasa manis susu dan gurih dari santan. Begitu juga dengan talam ubi, yang memiliki rasa manis dari ubi dan gurih dari santan. Sedangkan talam abon, rasanya gurih dari santan dan abon. "Tergantung selera. Bisa abon maupun susu. Tapi kebanyakan lebih favorit talam abon," jelasnya.

Vea, sapaan akrab Bisyarah Jelang Fitria menjelaskan cara pembuatan talam abon. Bahan dasar yang dibutuhkan santan, tepung beras, tepung tapioka, garam, gula pasir, dan daun pandan. Topping-nya disesuaikan selera, bisa pilih abon sapi atau ayam. Untuk mempercantik tampilan, bisa tambah potongan cabai hijau dan merah.

Untuk cara membuatnya, pertama rebus santan, garam, gula pasir, dan daun pandan sampai mendidih. "Terus diaduk supaya santannya tidak pecah," sarannya.

Angkat dari kompor dan angin-anginkan adonan pertama tersebut sampai hangat-hangat kuku. Kemudian campur bahan duo tepung dengan santan. Aduk rata sampai halus. Kalau perlu disaring sehingga tidak "bergerindil". Jika sudah, tuang ke dalam cetakan yang sudah dioles minyak goreng tipis-tipis dan kukus selama 25-30 menit tergantung besarnya cetakan. Jangan lupa, bungkus tutup panci dengan kain lap bersih agar uap airnya tidak menetes ke kue. "Setelah matang, taburi abon di atasnya," tambahnya

Dari rasa yang khas tersebut, tak heran kue tradisional ini masih banyak digemari dan banyak dicari untuk dinikmati, baik untuk acara sajian keluarga maupun arisan. 

(rt/lai/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia