Jumat, 26 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Panitia Kompak Pakai Baju Jawa

11 Februari 2019, 16: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SISI LAIN: Panitia pilkades di Desa Karanganyar mengenakan sorjan di lokasi pemungutan suara Sabtu (9/2).

SISI LAIN: Panitia pilkades di Desa Karanganyar mengenakan sorjan di lokasi pemungutan suara Sabtu (9/2). (SUPARNI FOR RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendongkrak partisipasi pemilih dalam pilkades serentak yang dilaksanakan Sabtu (9/2). Selain memberikan sarana atau fasilitas antarjemput kepada pemilih ke TPS, bisa juga memberi nuansa berbeda di TPS. Seperti yang dilakukan panitia pilkades di Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari. Mereka kompak mengenakan seragam ala Jawa.

Tidak begitu repot, apalagi harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membuat suasana berbeda di TPS tersebut. Rerata masyarakat Kota Keripik Tempe memiliki baju adat Jawa. Begitu juga ketika tidak memiliki, harga kostum tersebut bisa didapatkan dengan cukup mudah. Sebab, sebagian besar pasar menjajakan baju adat tersebut.

Enaknya lagi, biaya yang sudah dikeluarkan tersebut tidak akan terbuang percuma. Sebab, pascarangkaian gelaran pilkades, kostum tersebut masih bisa dikenakan. “Ya bagus lah. Ini bisa membuat warga tertarik datang ke tempat pemungutan suara,” ujar Dwi, seorang warga.

Menurut dia, suasana pemilihan biasanya kerap kali memiliki temperatur panas. Namun dengan belangkon dan surjan serta perlakuan yang santun dari para pantia, sedikit mendinginkan suasana pemilihan yang cukup menegangkan. “Ditambah dengan gending-gending Jawa, pasti lebih adem. Tapi itu tidak mungkin karena panitia harus mengenakan pengeras suara untuk memanggil satu per satu pemilih ke bilik suara,” tuturnya.

Bambang, kades setempat mengaku, itu merupakan ide panitia. Pihaknya melihat semangat yang baik dari panitia memacu suksesnya gelaran pilakdes. “Ya, mudah-mudahan berjalan lancar sampai penghitungan selesai. Kini masih sekitar 50 persen,” ujarnya saat dihubungi menjelang magrib.

(rt/muh/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia