Selasa, 19 Feb 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Tak Ada Antrean Panjang di SPBU Meski Sejumlah BBM Turun Harga

11 Februari 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

RAMAH: Karyawan SPBU di Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, saat melayani konsumen Minggu (10/2).

RAMAH: Karyawan SPBU di Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, saat melayani konsumen Minggu (10/2). (RAMAH: Karyawan SPBU di Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, saat melayani konsumen Minggu (10/2).)

TULUNGAGUNG - Tidak ada antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Marmer meski Pertamina menurunkan harga beberapa bahan bakar minyak (BBM) Minggu (10/1). Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tulungagung di SPBU di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, situasinya hampir sama dengan hari biasa.

Selain itu, diketahui tidak semua BBM mengalami penurunan harga, pertalite dan bio solar masih tetap. Beda dengan jenis BBM premium, pertamax, dexlite, dan pertamina dex, per liter harga turun mulai dari Rp 50 hingga Rp 350. “Hanya beberapa BBM turun harga,” jelas kepala regu kerja SPBU Plosokandang, Budiono.

Dia mengaku atasannya hanya memberi informasi BBM mengalami penurunan dan meminta menyesuaikan harga. “Tidak tahu pasti penyebab harga BBM turun,” katanya.

Ada dua jenis harga BBM tidak turun. Yaitu pertalite Rp 7.650 ribu per liter dan bio solar Rp 5.150 ribu per liter. “Harga BBM yang lain turun. Untuk pertamax turbo tidak tersedia di sini,” jelasnya.

Sedangakan jenis harga BBM turun. Premium semula Rp 6.550 jadi Rp 6.450 atau turun Rp 100. Pertamax semula Rp 10.200 jadi Rp 9.850, turun Rp 350. Dexlite semula 10.300 jadi Rp 10.200, turun Rp 100. Pertamina dex semula Rp 11.750 jadi Rp 11.700 atau turun Rp 50. “Yang paling besar penurunan harga pertamax Rp 350,” ungkapnya.

Dia mengaku, jenis BBM premium paling diminati. “Hari ini (kemarin, Red) bertepatan hari libur. Premium sejak pagi paling banyak pembelinya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara motor, Ahmad Ripangi mengaku, turunnya BBM menguntungkan konsumen. “Tidak tahu kalau turun. Meski hanya Rp 100, tetap bisa meringankan pengguna transportasi,” ungkapnya.

(rt/did/iyo/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia