Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Pilih Fogging Mandiri karena Lama Menunggu Dinkes Datang ke Desa

11 Februari 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

ANTISIPASI: Warga sedang melakukan fogging hasil swadaya, Minggu (10/2)

ANTISIPASI: Warga sedang melakukan fogging hasil swadaya, Minggu (10/2) (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Sebagian warga Kota Marmer memilih untuk fogging secara mandiri untuk mengantisipasi demam berdarah. Seperti yang dilakukan warga di Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Minggu (10/2). Mereka pilih fogging sendiri dengan memanfaatkan dana yang dihimpun dari para penghuni perumahan bersangkutan. “Warga perumahan memang melakukan fogging secara mendiri,” kata Widayati, salah satu warga setempat.

Menurut dia, warga memilih untuk melakukan itu karena terlalu lama menunggu kegiatan serupa yang biasanya dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung. Apalagi dinas terkait biasanya baru melakukan fogging jika sudah ada penderita demam berdarah ditemukan di sekitar. “Di tempat kami sebelumnya banyak anak kecil yang demam. Warga khawatir itu dipicu demam berdarah,” jelasnya.

Ibu satu anak ini melanjutkan, untuk kegiatan tersebut, warga memanfaatkan dana kas perumahan yang rutin dibayarkan setiap bulan. Yakni untuk pembelian obat fogging yang lazim digunakan untuk membunuh nyamuk dewasa. “Semua berasal dari swadaya warga sini sendiri,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Gigih, warga lain. Menurut dia, warga setempat tidak ingin demam berdarah merebak di situ. Mereka harus mengambil kebijakan sendiri untuk mengantisipasinya. “Kami sendiri yang merencanakan fogging,” tuturnya.

Warga pun mulai melakukan penyemprotan pada pagi hari. Dengan peralatan fogging mirip kepunyaan dinkes, tapi dengan ukuran lebih kecil, mereka mulai mengasapi setiap jengkal rumah. Bahkan tidak ketinggalan, saluran air yang rawan jadi tempat tinggal nyamuk pun jadi sasaran. 

(rt/rak/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia