Sabtu, 20 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Melihat Sulitnya Melatih Anak Usia Dini Bermain Mini GP (2 Habis)

11 Februari 2019, 23: 25: 59 WIB | editor : Retta wulansari

HARUS SABAR: Anak-anak di bawah usia dini ketika menjajal sirkuit Stadion Menak Sopal Trenggalek.

HARUS SABAR: Anak-anak di bawah usia dini ketika menjajal sirkuit Stadion Menak Sopal Trenggalek. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Bakat, minat, dan keterampilan seseorang harus digali sejak usia dini jika ingin menorehkan prestasi di kemudian hari. Mungkin itu yang dilakukan sebagian orang tua di Kota Keripik Tempe dalam melatih anaknya yang berusia di bawah 10 tahun. Yakni,butuh kesabaran dan ketelatenan khusus saat melatih.

ZAKI JAZAI

Untuk cara melatih, hampir sama dengan melatih balap pada umumnya. Mulai dari sang anak diberi wawasan ketika akan mencoba sepeda motornya, cara mengoperasikan, titik-titik tikungan yang harus dicapai, dan sebagainya. Bahkan ketika berlatih, tidak jarang pelatih harus turun ke sirkuit dan berteriak-teriak untuk memberikan arahan bagi sang pembalap cilik.

Tak ayal, cara tersebut terbukti efektif dalam menumbuhkan kepercayaan diri sang anak hingga dirinya mengikuti seluruh instruksi yang diberikan ketika berlatih. Dengan demikian, ketika mengikuti berbagai perlombaan, dirinya lebih terbiasa dan tidak ada lagi kata takut, tidak mau mencoba, dan sebagainya. "Ada kebanggaan tersendiri ketika melatih anak-anak yang baru mengenal dunia balap. Apalagi mereka berhasil juara ketika mengikuti suatu event balap. Seperti yang telah saya lakukan kepada pembalap cilik binaan saya ini," jelas pria yang dulunya pembalap ini.

Sementara itu, Rudianto, salah satu orang tua pembalap cilik asal Desa/Kecamatan Munjungan menambahkan cerita dari sang pelatih. Dirinya bukan lahir dari kalangan pembalap sehingga kurang begitu paham mendidik anak untuk menjadi seorang pembalap. Untuk itu, latihan yang dilakukan sang anak tersebut bertujuan untuk menata mentalnya saja agar lebih percaya diri. "Anak saya ini semula pemalu. Makanya saya bujuk untuk mengikuti latihan ini agar lebih berani lagi," imbuhnya.

Jadi ketika mengikuti perlombaan, bukan hasil akhir yang diinginkan, melainkan pengalamannya. Nantinya hal itu bisa berguna untuk bekalnya nanti ketika beranjak dewasa dan memiliki banyak teman. "Jika mengikuti perlombaan dan mendapatkan juara itu tambahannya. Terpenting anak saya ini berani kendati harus terus dibujuk ketika akan berlatih," jelasnya.

(rt/zak/did/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia