Sabtu, 20 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Terungkap Pemicu Lima Bonek Keroyok Warga di Final Piala Soeratin

11 Februari 2019, 18: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

BUKTI : Polisi menunjukan barang bukti dari pelaku pengeroyokan.

BUKTI : Polisi menunjukan barang bukti dari pelaku pengeroyokan. (MUHAMMAD SUBCHAN/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA- Dua remaja asal Blitar, AF dan MA menjadi korban pengeroyokan oknum seporter Persebaya. MS, satu pelaku di antara lima pelaku berhasil dibekuk Satuan Reserse Polres Blitar Kota, Senin (11/2). 

Pengeroyokan itu dipicu pelaku yang tersinggung karena merasa ditantang korban. 

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar menjelaskan, pengeroyokan bermula ketika dua korban ngopi di warung barat stadion usai nonton pertandingan final Piala Soeratin. Tak berapa lama, keduanya beranjak pulang. Namun, hendak pulang dicegat lima pelaku. "Mereka kemudian diajak ke ruko selatan stadion. Salah satu pelaku bertanya, Lapo o sawangane nggak penak (Kenapa melihat kelihatannya tidak enak ?)," ujarnya menirukan ungkpan pelaku. 

Korban lantas menjawabnya. "Perasaan aku gak ngelirik lho Mas," ungkap korban kala itu.

Namun, pelaku tanpa basa-basi langsung memukul dua korban. Keduanya dikeroyok sampai benjut. Wajah dan bibirnya mengalami luka-luka.  

Berhasil memukuli, pelaku langsung merampas ponsel milik korban. Pelaku lantas menggeledah saku dan tas mikik korban. "Pelaku langsung mengambil ponsel dan uang di dalam tas," terangnya.

Seperti diketahui sebelumnya, aksi pengeroyokan itu terjadi usai pertandingan final sepak bola Piala Soeratin di Stadion Soepriadi di Kelurahan Kepanjenlor/Kecamatan Kepanjenkidul pada Sabtu malam (9/2). Dua korban warga Desa Pojok, Kecamatan Garum itu selain dikeroyok juga dirampas ponselnya.

(rt/abd/kan/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia