Selasa, 19 Feb 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Jalan Akses Utama Ambrol Ke Pantai Sine

12 Februari 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BERBAHAYA: Salah satu ruas jalan menuju Pantai Sine yang ambrol tergerus aliran sungai.

BERBAHAYA: Salah satu ruas jalan menuju Pantai Sine yang ambrol tergerus aliran sungai. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Wisatawan yang hendak menuju Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, harus lebih berhati-hati. Sebab, salah satu titik jalan yang tidak jauh dari gerbang masuk kawasan pantai ambrol. Tampaknya, tergerus aliran sungai yang berada di dekatnya. Sampai kini belum terlihat ada tindakan perbaikan.

Anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat, Tutang Ismono mengatakan, bagian jalan yang ambrol tersebut sebenarnya sudah ada sejak sebelum pergantian tahun atau akhir 2018 lalu. Penyebabnya tak lain, derasnya aliran air sungai yang berada di dekatnya. “Kalau tidak salah sudah lebih dari dua bulan jalan itu ambrol,” katanya Minggu (10/2).

Menurut dia, ambrolnya jalan itu sebenarnya tidak berpengaruh langsung terhadap kunjungan wisatawan ke pantai yang berada di bibir Samudra Hindia itu. Kendati demikian, dia sering mendengar wisatawan gemreneng begitu sampai di pantai dan membahas kondisi jalan yang sudah tidak prima lagi. “Pengaruh ke kunjungan sebenarnya tidak begitu ada. Yang ada hanya wisatawan yang menggerutu melihat kondisi jalan,” imbuhnya.

Nono, sapaan akrabnya melanjutkan, kondisi diperparah dengan banyaknya lubang di beberapa titik. Dari penghitungannya, ada sekitar 20 titik yang kondisi jalan yang dihiasi lubang. Alhasil, saat malam menjelang, ini menjadi perhatian tersendiri bagi warga maupun pengunjung yang hendak meninggalkan lokasi wisata. Belum lagi di sepanjang jalur pegunungan itu juga minim penerangan. “Kami hanya bisa berharap jalan yang mengalami kerusakan itu bisa segera diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Kalibatur, Asim belum bisa dikonfirmasi mengenai hal ini. Meskipun ada nada sambung aktif, pria paro baya itu belum mengangkat panggilan telepon.

Berdasarkan pantauan Koran ini, warga hanya memberi pengamanan seadanya di bagian jalan yang ambrol. Yakni dengan diberi tong dan tongkat bambu disertai tulisan berisi peringatan bagi para pengguna jalan yang melintas.

(rt/rak/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia