Jumat, 19 Jul 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Bisa Dipecat ataupun Mutasi Jika Terbukti Terlibat Kasus Hukum

12 Februari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

HARUS TAAT NORMA: Seorang guru sedang mengajar di SMAN 1 Tulungagung. Guru jangan sampai terlibat dengan kasus kriminalitas.

HARUS TAAT NORMA: Seorang guru sedang mengajar di SMAN 1 Tulungagung. Guru jangan sampai terlibat dengan kasus kriminalitas. (ANANIAS MASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG - Kasus kriminalitas bisa menjerat siapa saja. Tak terkecuali seorang guru. Tindak asusila, pencurian, pembunuhan, atau kasus lain, jika terbukti, hukuman harus dijalani. Termasuk juga risiko diberhentikan tidak hormat alias dipecat. Hal itu juga menjadi salah satu perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Buktinya, pihak dinas getol memberikan arahan ataupun pembekalan kepada para guru. Tentunya agar mampu berperilaku baik sesuai tanggung jawab yang diemban. Yakni sebagai tenaga pendidik. Hal ini diungkapkan Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jatim wilayah Kabupaten Tulungagung Solikin.

Pria ramah itu menjelaskan, jika memang ada guru yang terlibat kasus kriminalitas, pihaknya bakal ikut turun tangan. Yakni melihat saksama permasalahan yang ada. Itu juga digunakan sebagai penentuan sikap selanjutnya.

Jika permasalahan yang menjerat seorang tenaga pendidik tidak terlalu besar atau signifikan, bisa diupayakan untuk pemetaan mutasi. Namun jika kasus yang menjerat sudah masuk ranah kepolisian ataupun pihak berwajib dan telah divonis, maka dinas tak bisa banyak berbuat. “Itu kewenangan aparat. Kita sesuai prosedur saja,” jelasnya.

Pria ramah itu melanjutkan, jika terbukti terlibat kasus hukum, bisa juga dipecat. Itu sudah ada aturannya. “Kalau selama ini di Tulungagung belum ada,” ujarnya.

Bagaimana dengan mutasi? Solikin mengatakan, hal itu merupakan kewenangan pihak provinsi. Artinya, provinsilah yang menentukan guru yang bersangkutan harus dipindah ke sekolah di daerah mana. Tentunya ini disesuaikan dengan kebutuhan guru di suatu daerah.

Lebih detail, Solikin menceritakan, kini penilaian seorang guru tidak dilakukan setahun sekali. Tapi setiap bulan. Penilaian tersebut dari provinsi. Canggihnya, bisa diketahui guru yang bersangkutan berada di mana. “Sudah pakai e-master. Itu online. Seperti saya juga dinilai. Bisa diketahui posisi saya di mana,” jlentreh-nya.

Solikin berharap, seorang guru mampu melaksanakan tanggungjawabnya dengan baik. Yakni mendidik siswa.

(rt/lai/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia