Sabtu, 20 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Bambang Wijanarko, Seniman Teater dan Ketoprak (2 Habis)

Terus Kenalkan Seni ke Generasi Milenial

12 Februari 2019, 02: 35: 59 WIB | editor : Retta wulansari

PELAKU SENI: Bambang Wijanarko ketika memainkan alat musik rebab di Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa, Sabtu (9/2).

PELAKU SENI: Bambang Wijanarko ketika memainkan alat musik rebab di Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa, Sabtu (9/2). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Sadar budaya lokal mulai terkikis, memotivasi Bambang Wijanarko untuk kembali hidupkan kesenian lokal. Terutama seni ketoprak dan karawitan. Dia bertekad untuk mencetak seniman-seniman muda multitalenta melalui yayasan Siswo Budoyo.

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI

Menurut dia, sebagai seorang pelaku seni, tidak terpaku pada satu jenis seni saja. Namun harus bebas. Dengan demikian, dapat mengeksplor diri. Tak hanya itu, karya yang dihasilkan pun lebih beragam.

Dengan adanya yayasan tersebut, dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk ambil bagian dan unjuk kemampuan di bidang seni. Namun untuk mewujudkan itu, semua butuh dukungan pemerintah maupun para pelaku seni sendiri. “Saya membayangkan jika ada anak yang tidak hanya pandai menari misal, tapi juga jago bermain teater dan musik. Ndahneo larang regane (alangkah mahal harganya) dan nilai seni yang dijual lebih tinggi,” ujarnya.

Pria yang juga aktif mengajar teater di SMPN 1 dan SMPN 2 Kauman ini sadar jika arus globalisasi juga menjadi salah satu faktor kian terkikisnya budaya lokal.

Tentu sebagai pelaku seni, ingin kembali memopulerkan kesenian ketoprak dan teater pada generasi muda. “Pendekatan-pendekatan lakon atau cerita nanti dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah diterima anak muda,” jelasnya.

Bapak tiga anak ini juga ingin kenalkan musik tradisional melalui karawitan. Apalagi perlombaan untuk karawitan pun belum populer. Sebab, anak-anak terbatas belajar karawitan hanya melalui ekstrakurikuler di sekolah. “Lomba karawitan belum sepopuler lomba tari karena sanggarnya saja belum ada. Rencananya saya akan mendatangkan para tokoh seni agar dapat berbagi ilmu dengan anak-anak,” pungkasnya.

(rt/did/nda/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia