Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Motor v Motor, Tulang Paha Kiri Patah dan Korban Lain Gigi Rontok

12 Februari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DIAMANKAN : Polisi dibantu warga mengangkat sepeda motor yang dikendari Yesi Tsuwaibatul ke mobil pikap.

DIAMANKAN : Polisi dibantu warga mengangkat sepeda motor yang dikendari Yesi Tsuwaibatul ke mobil pikap. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

TULUNGAGUNG – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tulungagung. Senin (11/2), kecelakaan yang melibatkan dua motor itu terjadi di Jalan Jayengkusuma. Untung kecelakaan tersebut tidak memakan korban jiwa. Pengendara motor hanya mengalami luka.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Tulungagung ini, peristiwa itu terjadi pukul 10.00. Mereka yang terlihat kecelakaan tersebut yakni, Mohammad Rifai, 20 warga Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru (vario techno warna merah) dengan Yesi Tsuwaibatul, 33, warga Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung (vario techno warna putih). Akibat laka lantas itu, Yesi Tsuwaibatul patah tulang paha sebelah kiri, dan Mohammad Rifai dua gigi depan rontok.

Sebelum laka lantas terjadi, Ambon, warga sekitar TKP mengaku, sedang tidur di lincak depan rumahnya, sambil menunggu usaha tambal ban truknya. Tiba-tiba dia mendengar suara benturan yang cukup keras dari arah jalan. Sontak! suara itu membangunkannya. “Ada suara keras benda berbeturan, saya terbangun dan bergegas melihatnya. Saat itu saya melihat kedua pengendara sudah keadaan telungkup di tengah jalan,” paparnya.

Selain dirinya, warga sekitar yang juga mendengar suara tersebut keluar melihat apa yang terjadi. Sebenarnya beberapa warga hendak menolong mereka, tapi ragu karena saat itu tak ada tanda-tanda dari kedua korban. Tapi tak lama kemudian, ada warga memastikan jika korban masih sadar. Seketika warga membopong mereka ke tepi jalan. “Saat itu saya lihat ada anak muda berlari ke utara, itu memanggil orang tua pengendara motor warna merah,” ungkapnya.

Tak lama kemudian, anak muda berlari itu kembali dengan orang tua Mohammad Rifai dengan membawa sepeda motor. Namun melihat kondisi anaknya, orang tuanya kembali dengan membawa mobil dan membawa  ke rumah sakit. “Saat itu dicek terlihat masih sadar, namun banyak darah yang keluar di sekitar mulutnya,” ujarnya.

Dia mengaku, beberapa warga tak berani mendekati Yesi Tsuwaibatul lantaran tak ada gerakan sama sekali. Namun keraguan warga itu pun terjawab, ketika ada warga yang memastikan keadaannya. “Ada yang mengecek dia (Yesi, Red) masih sadar, karena itu beberapa warga menggendongnya ke tepi jalan,” katanya.

Selang 15 menit, polisi datang ke TKP menertibkan lalu lintas, karena saat kecelakaan arus lalu lintas di jalan tersebut sempat macet. Beberapa menit kemudian, ambulance datang. “Tim medis itu membalut dan memberikan papan untuk kakinya, karena ternyata kakinya patah, dan dilarikan ke rumah sakit,” kata Ambon.

Humas RSUD dr. Iskak Tulungagung Rifai mengatakan, kedua korban luka cukup parah, khususnya Yesi Tsuwaibatul. Dia robek pada paha kiri, dan tulang paha kiri patah. Sedangkan Mohammad Rifai, dua gigi depan rontok, robek pada bibir, bebres pada hidung, dan kaki. “Meski kesadaran kedua korban menurun, tapi mereka selamat,” tandasnya.

Peristiwa itu dibenarkan Kanit Lakalantas Tulungagung Dion Fitrianto menjelaskan, memang terjadi kecelakaan di daerah tersebut. Sedangkan kronologi kejadian mulanya Mohammad Rifai (pengendara, Red) dan Anto Habibi (penumpang, Red) dari arah utara ke selatan, namun melawan arus. Di sisi berlawanan pengendara Yesi Tsuwaibatul melaju dari arah selatan hendak menyeberang ke Samsat Tulungagung, dan laka lantas tak terhindarkan. 

(rt/pur/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia