Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Dana Desa Naik 20 Persen Dibanding Tahun Lalu

12 Februari 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

HARUS DIMAKSIMALKAN: Salah satu bangunan di Desa Banaran, Kecama­ tan Kauman yang dibiayai DD. Tahun ini jumlah dana tersebut meningkat.

HARUS DIMAKSIMALKAN: Salah satu bangunan di Desa Banaran, Kecama­ tan Kauman yang dibiayai DD. Tahun ini jumlah dana tersebut meningkat. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Pemerintah desa se-Kota Marmer boleh tersenyum lebar tahun ini. Sebab alokasi dana desa (DD) pada tahun ini meningkat hingga lebih dari Rp 27 miliar dibanding tahun lalu atau sebesar Rp 233,4 miliar. Sedangkan pada 2018 lalu menerima Rp 205,7 miliar. “Tahun ini memang ada kenaikan DD yang diterima,” kata Kasi Perencanaan Pembangunan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung Anasrudin.

Menurut dia, peningkatan jatah DD lebih banyak diterima desa-desa yang berada di pegunungan. Kenaikannya rata-rata mencapai 30-an persen, bahkan ada yang lebih. Sedangkan desa-desa yang di dataran justru mengalami penurunan besaran anggaran dana desa. “Ada beberapa desa yang menerima DD tahun ini mengalami kenaikan dan ada yang penurunan, seperti di wilayah dataran rendah," katanya.

Anas-sapaan akrabnya- menambahkan, kini daerah lereng pegunungan masih memerlukan pembangunan infrastruktur. Sedangkan untuk dataran rendah pembangunan infrastrukturnya berkurang dan lebih mengarah terhadap pemberdayaan masyarakat, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Desa di wilayah pegunungan memang sangat memerlukan tambahan infrastruktur,” jelasnya.

Pria paro ini mengungkapkan, kenaikan DD yang mencapai sekitar Rp 27,7 miliar ini menandakan kepercayaan pemerintah pusat atas pengelolaan dana desa, khususnya di Tulungagung sangat baik. Sehingga pemerintah desa pun bertanggung jawab untuk memanfaatkan dana yang tersedia semaksimal mungkin. “Namun yang perlu diingat, DD yang diterima tidak sama. Di mana yang paling sedikit mencapai sekitar Rp 700 juta dan terbanyak sekitar Rp 1,5 miliar. Ada beberapa variabel yang menjadi pertimbangannya,” ujarnya.

Untuk dana desa pencairan tiga tahap, di mana tahap pertama dicairkan sekitar 20 persen pada Februari ini jika desa tersebut bisa memenuhi persyaratan yaitu penetapan APBDes, tahap kedua pencairan 40 persen pada Juni, dan tahap ketiga sebesar 40 persen pada Agustus.  “Bulan ini seharusnya bisa segera ditransfer tetapi kabar terakhir belum dilakukan. Sehingga semua harus bersabar,” tandasnya.

(rt/rak/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia