Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Sampah Menumpuk di Dam Majan

12 Februari 2019, 18: 55: 59 WIB | editor : Retta wulansari

KOTOR : Sampah berada di sungai sekitar Dam Majan, Kecamatan Kedungwaru. Sampah ini tentu bisa menyebabkan aliran mampet.

KOTOR : Sampah berada di sungai sekitar Dam Majan, Kecamatan Kedungwaru. Sampah ini tentu bisa menyebabkan aliran mampet. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

TULUNGAGUNG – Pemandangan tak sedap terlihat di aliran sungai tepatnya di Dam Majan, Kecamatan Kedungwaru. Di aliran sungai tersebut menumpuk berbagai jenis sampah. Tentu kondisi ini bisa menyebabkan aliran sungai mampet dan polusi air.

Menurut Pandi, saat berkunjung ke Dam di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru melihat sampah di aliran sungai. Tak pelak hal itu mengganggu pemandangan. “Biasanya kami datang menikmati suasana sore dengan keluarga, tapi sampah-sampah membuat nilai keindahan berkurang,” ungkap warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru.

Berdasarkan pengamatan bapak satu anak ini ketika pintu air Dam ditutup, maka kelihatan daratan kecil di tengah sungai. Nah, di sela-sela daratan itu berbagai sampah tersangkut. Tak pelak, aliran sungai tak lancar. “Sampah itu jenis plastik, jadi tak mudah hancur dengan sendirinya,” ujarnya.

Padahal, lanjut Pandi, kawasan Dam ini ramai pengunjung, karena suasana tak bising kendaraan, teduh dan hembusan angin membuat nilai plus untuk wisata kecil-kecilan. Sehingga, pada sisi-sisi Dam, beberapa PKL tampak berjualan lengkapi kebutuhan pengunjung. “Ini yang kerap yang membuat kangen datang kemari,” ujarnya.

Karena itu, tak heran jika banyak warga menjadikan Dam ini melepas penat atau sekadar nongrong. Tapi jika dihadapkan dengan sampah, tentu saja akan mengurangi keindahan Dam. “Biasanya datang menikmati suasana sore dengan keluarga, tapi sampah-sampah membuat nilai keindahan berkurang,” ujarnya.

Anggapan itu pun direspon Agus Suparno, juru pintu air Dam Majan. Dia mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah memberi peringatan tertulis berisi imbauan agar tak buang sampah sembarangan. Tapi tulisan itu sering tak digubris. “PKL dan pengunjung itu jarang yang buang sampah sembarangan, karena tahu ada larangannnya. Tapi Dam ini termasuk jalan umum, jadi sering kali yang sekadar melintas ini malah yang sering buang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, Agus mengaku, secara berkala membersihkan sampah pada aliran sungai, namun tak lama kemudian sampah tersebut terus ada. Sehingga, solusinya kembali pada kesadaran diri agar mencintai kebersihan lingkungan. “Cara ini paling tidak bisa mengurangi penumpukkan sampah,” tandasnya. 

(rt/pur/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia