Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Ingin Hilangkan Jejak Pembunuhan, Tubuh Korban Ditabrakan Kereta Api

12 Februari 2019, 13: 53: 06 WIB | editor : Didin Cahya FS

TERUNGKAP : M. Ichwan semula diduga ditabrak kereta api, namun merupakan korban pembunuhan.

TERUNGKAP : M. Ichwan semula diduga ditabrak kereta api, namun merupakan korban pembunuhan. (AGUS DWIYONO/ RATU)

TULUNGAGUNG- Peristiwa kematian  M. Ichwan, 23, warga Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten, semula diduga korban tabrak kereta api (KA) pada 20 Oktober 2017 lalu,  ternyata merupakan korban pembunuhan. Itu terungkap dalam rekonstruksi digelar Polres Tulungagung, Selasa (12/2). 

Dimana pelaku pembunuhan Wahyudi, 47, warga Desa Cangu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, memperagakan 17 adegan pembunuhan.

Dari adegan tersebut, terlihat pelaku terlebih dulu memukul kepala korban dengan helm. Setelah tak bernyawa, lantas menyeret ke tengah rel. Tak pelak tubuh korban hancur.

Usai melakukan pembunuhan, pelaku kabur membawa motor dan uang tunai Rp 5 juta milik korban. Pelaku selama pelarian berada di Kalimantan.

"Memang pelaku ini kini terlibat kasus curanmor di wilayah Polsek Kepung, Kediri, jadi kita datangkan lebih dulu untuk rekonstruksi. Dari keluarga korban pun sudah melapor ke Polres Tulungagung  Sabtu (9/2) lalu,"ungkap Kasubbag Humas Polres Tulungagung AKP Sumaji.

Dia mengatakan, pelaku dulu sempat diincar Polres Tulungagung di Pantai Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, namun lolos saat digerebek.

(rt/iyo/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia