Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Sebelum Meninggal di Emperan Terminal, Sempat Berdoa dan Titip Pesan

12 Februari 2019, 22: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MENDADAK : Kondisi Agus saat berada di emperan Terminal Gayatri.

MENDADAK : Kondisi Agus saat berada di emperan Terminal Gayatri. (POLISI FOR RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG – Pedagang dan pengunjung di Terminal Gayatri, terkejut dengan kematian mendadak Agus, warga Kediri, Senin (12/2) sekitar pukul 21.30.

Peristiwa tersebut terungkap saat petugas jaga terminal, Alifi, 44, berniat membangunkan Agus sedang tidur dengan menggerakkan kakinya. Namun  pria tersebut ternyata tak merespon.

Karena curiga, Alifi memanggil temannya untuk mengecek kondisi Agus. Tak disangka, Agus sudah meninggal. “Biasanya kalau saya gerakkan kaki saat Agus tidur, lantas terkejut dan bangun. Tapi tidak saat itu,” ungkap penjaga keamanan terminal Tulungagung, kemarin (11/2).

Saat itu, Alifi memanggil Harfi, petugas kebersihan terminal, untuk bantu mengecek kondisi Agus, ternyata sudah tak bernafas. “Harfi mengecek tak ada nafas,” katanya.

Dia melanjutkan, Agus memakai kaus warna merah dan celana pendek. Sedangkan kausnya terangkat sampai dada sehingga terlihat perutnya. “Saya lihat perut Agus tak bergerak untuk bernafas,” katanya.

Sadar ternyata Agus sudah meninggal, Alifi memanggil Yeyen untuk mencari lembaran koran untuk menutupi tubuh dan kepala Agus. “Yeyen mengambil koran, terus menutupinya,” ujarnya.

Selang 15 menit, polisi dan petugas medis datang. Kala itu polisi mencari identitas Agus namun tak didapatkan. Karena Agus tak membawa KTP dan ternyata tak ada yang mengetahui secara pasti identitas Agus, selain nama. “Tak ada yang tahu identitas diri Agus selama ini, tapi dia sering menjadi kernet bus,” ungkapnya.

Sementara itu, kondektur bus, Sugeng Mahendra mengaku, empat hari yang lalu sempat ngobrol dengan Agus, karena gundul, sapaan akrab Agus, sering curhat. Gundul cerita jika sejak seminggu yang lalu mulai merasa sakit. “Agus mengeluh jika jantungnya terasa tak enak. Selain itu, saya juga mengingatkan Gundul agar berhenti minum minuman keras,” ungkapnya. Dia menambahkan, Agus juga ada riwayat sakit sesak nafas.

Mendengar curhatan Agus, Sugeng tak merasa curiga. Tapi tiga hari sebelum meninggal, Agus berkata yang tak dipahami orang lain. “Dia (Agus) berkali-kali ngomong kalau mau pergi jauh, dan mendoakan teman-teman agar cepat punya mobil. Tak ada yang menyadari jika kata-kata Agus itu, salam perpisahannya,” ujarnya.

(rt/iyo/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia