Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Jalan Nasional Berlubang, Warga Inisiatif Tutupi Lubang Dengan Tong

14 Februari 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

PICU KEMACETAN: Tong dan water barrier diletakkan di tengah jalan raya nasional di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, untuk menandai jalan yang berlubang. Jalur ini menghubungkan Tulungagung dan Trenggalek.

PICU KEMACETAN: Tong dan water barrier diletakkan di tengah jalan raya nasional di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, untuk menandai jalan yang berlubang. Jalur ini menghubungkan Tulungagung dan Trenggalek. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Kesemrawutan arus lalu lintas di jalur nasional Tulungagung-Trenggalek, tepatnya di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, terus berlanjut. Semua dipicu kondisi jalan yang berada di barat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berlubang di bagian tengah. Alhasil, warga sekitar pun terpaksa memberi tong sebagai penanda dan membuat lebar jalan menyempit.

Warga setempat, Ady Suprapto mengatakan, tong yang dipasang di tengah jalan sebenarnya sudah ada sejak beberapa hari yang lalu. Itu sebagai penanda agar para pengguna jalan tidak melindas bagian jalan yang berlubang yang berpotensi menambah lebar lubang tersebut. “Sebelumnya memang dipasangi pohon pisang, tapi akhirnya diganti tong,” katanya.

Pemuda berkulit sawo matang ini menambahkan, lubang di tengah jalan itu tampaknya berasal dari saluran air yang berada di bawahnya. Diduga tidak kuat menahan beban kendaraan yang melintas di atasnya, akhirnya memicu munculnya lubang. “Kalau pagi dan sore bisa memicu tersendatnya arus kendaraan,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Santoko, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman. Menurut dia, jalur nasional di situ memang cukup sering rusak. Apalagi pada musim penghujan seperti ini, beberapa bagian jalan tampak mengelupas lapisan aspalnya maupun jadi bergelombang. “Walaupun, bisa dikatakan kini lebih mendingan dibanding awal 2018 lalu,” tuturnya.

Dia berharap pihak terkait bisa segera turun tangan menangani permasalahan tersebut. Jadi, tidak ada lagi yang namanya kemacetan hanya karena jalan raya bergelombang atau berlubang. “Ya harus segera ditangani agar tidak timbul kemacetan lagi,” ujarnya.

(rt/did/rak/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia