Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Karyawan SPBU Dibegal, Diancam Bacok, Sepeda Motor Pinjaman pun Amblas

15 Februari 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi

BLITAR KABUPATEN – Nasib apes dialami Khoirul Ahmad Rifai, warga Desa/Kecamatan Binangun. Karyawan salah satu SPBU di Kecamatan Sutojayan itu menjadi korban pembegalan sepeda motor. Ponselnya juga turut dirampas. Polisi kini sedang memburu pelaku begal yang lebih dari satu orang itu. Aksi pembegalan terjadi di kawasan Jembatan Lodagung masuk Lingkungan Bulu Kelurahan, Kalipang, Kecamatan Sutojayan pada Kamis (14/2) malam dini hari. Satu unit sepeda motor yang dikendarai Khoirul Ahmad Rifai (korban) merek Honda Vario dirampas.

Untungnya, korban tidak sampai dilukai oleh pelaku begal. Selain sepeda motor, pelaku juga menggondol ponsel pemuda 23 tahun tersebut. Kini, kasus begal itu sedang ditangani Polsek Lodoyo Timur (Lotim).

 Polisi menduga pelaku lebih dari satu orang. Polisi telah mengantongi ciri-ciri pelaku yang merampas sepeda motor Honda Vario mopol AG 4844 MQ yang dikendarai Khoirul. "Anggota polsek sudah mendapat informasi dan sekarang sedang dalam pengejaran” terang Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Kamis (14/2).

 Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, pelaku beraksi dengan berboncengan mengendarai sepeda motor. Seorang pelaku menutup wajahnya dengan menggunakan slayer. Mengenakan kaus hitam, berrambut pendek dan tinggi badan sekitar kurang lebih 170 sentimeter. "Pelaku tanpa helm, membawa sajam (senjata tajam) golok. Pelaku satunya korban tidak mengenali," ujar Burhan.

Kini polisi sedang mengejar pelaku. Informasinya, usai membegal, pelaku lari ke arah selatan atau ke wilayah Kademangan. "Pelaku saat itu beraksi sekitar pukul 00.30 dengan membegal korban saat hendak kencing di sekitar jembatan Sungai Lodagung. Korban rencanannya ingin membeli nasi goreng," ungkapnya.

Awal kejadian, korban yang merupakan karyawan SPBU saat itu meminjam sepeda motor milik temannya. Sepeda motor itu dipinjam untuk rencana membeli nasi goreng. Khoirul berangkat sekitar pukul 00.30 sendirian. Tapi di tengah perjalanan, korban kebelet pipis. Dia lantas berhenti di dekat Jembatan Lodagung.

 Lalu dirinya memarkirkan sepeda motornya di sekitar jembatan itu. Situasinya saat itu sedang sepi. Khoirul lantas menuju pinggir Sungai Lodagung untuk kencing. Belum sempat kencing, dua pelaku begal datang.

Pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Satu pelaku langsung mendekat dan menodongkan sajam dan mengancam bacok. Khoirul yang ketakutan tidak bisa berbuat apa-apa dan pasrah dari pada terluka. Saat itu juga, pelaku langsung merampas sepeda motor dan ponsel korban. Lalu pelaku melarikan diri ke arah selatan," jelas perwira berpangkat dua balok di pundak ini. 

 Korban lantas berjalan kaki kembali ke tempat kerjanya. Dia meminta bantuan temannya untuk mengejar pelaku yang lari ke selatan. Namun sudah kehilangan jejak. Khoirul dan temannya lantas melaporkan peristiwan itu ke Polsek Lotim. Kini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembegalan itu.

(rt/kan/abd/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia