Selasa, 19 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Politik

Syahri Mulyo Divonis 10 Tahun Penjara

Sutrisno 10 Tahun, Agung Suprayitno 5 Tahun

15 Februari 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

PIKIR-PIKIR: Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo dicium pipi salah satu pendukungnya usai sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (14/2).

PIKIR-PIKIR: Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo dicium pipi salah satu pendukungnya usai sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (14/2). (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

TULUNGAGUNG – Karir politik Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo berada di titik nadir. Pada putusan majelis hakim pengadilan tipikor Kamis (14/2), pria asal Desa/Kecamatan Ngantru itu diputus bersalah atas kasus dugaan pemberian fee atas sejumlah paket proyek yang didanai uang negara di lingkup Pemkab Tulungagung. Salah satunya pencabutan hak politik selama lima tahun setelah menjalani masa hukuman.

Penasihat hukum Syahri Mulyo, Hakim Yunizar mengatakan, pada agenda persidangan tersebut, tiga terdakwa langsung mendapat putusan dari majelis hakim pengadilan tipikor. Setiap terdakwa mendapatkan putusan yang bervariasi. “Putusan untuk tiga terdakwa berbeda-beda,” katanya saat dihubungi Koran ini.

Menurut dia, untuk Syahri Mulyo, selain pencabutan hak politik selama lima tahun, juga ada putusan lain yang dibacakan majelis hakim. Yakni 10 tahun penjara, denda Rp 700 juta subsider enam bulan kurungan, dan uang pengganti Rp 28,8 miliar. “Jika tidak bisa membayar uang pengganti, masa hukuman diganti tambahan dua tahun kurungan,” jelasnya.

Sedangkan untuk Sutrisno, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) nonaktif Tulungagung, divonis 10 tahun penjara, denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan, dan uang pengganti Rp 71 miliar. Untuk Agung Suprayitno, divonis lima tahun kurungan dan denda Rp 350 juta subsider enam bulan penjara. Atas putusan majelis hakim ini, penasihat hukum masih pikir-pikir mengajukan banding atau tidak. “Kami masih pikir-pikir. Tetapi kami tetap meminta kepada KPK untuk tetap menegakkan azas keadilan bagi klien kami. Karena ada Rp 41 miliar yang masih misterius keberadaannya,” paparnya.

Sementara itu, Heri Widodo, mantan konsultan hukum pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo yang menghadiri sidang putusan, membenarkan jika sudah ada sidang putusan. Ketiga terdakwa langsung tertunduk lesu begitu putusan dibacakan majelis hakim. “Namun, semua menunggu inkrah karena semua masih pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau tidak,” tuturnya.

Sekadar mengingatkan, Sutrisno dan Agung Suprayitno diamankan KPK saat Ramadan 2018 lalu. Sedangkan Syahri Mulyo menyerahkan diri selang beberapa hari kemudian. Mereka diduga menerima sejumlah fee atas sejumlah proyek yang didanai uang negara.

(rt/did/rak/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia