Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Cerita Kader Jumantik Sosialisasi dan Perangi Jentik Nyamuk (1)

16 Februari 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

JAGA LINGKUNGAN: Warga Kecamatan Pogalan membersihkan area Puskesmas Pogalan.

JAGA LINGKUNGAN: Warga Kecamatan Pogalan membersihkan area Puskesmas Pogalan. (TEGUH FOR RADAR TRENGGALEK)

Banyaknya pasien demam berdarah (DB) di Kota Keripik Tempe, bahkan tiga di antaranya meninggal dunia awal tahun ini, menuntut juru pemantau jentik (jumantik) kerja keras. Mereka berperan cukup besar menanggulangi penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Mereka bukan pegawai, melainkan relawan yang menyatakan perang terhadap DBD.

AGUS MUHAIMIN

Kebersihan lingkungan sebenarnya menjadi tugas bersama. Namun, sering ditemui masyarakat yang cenderung apatis atau cuek dengan kebersihan lingkungan sekitar. Di antara mereka yang majemuk ini, ada juga mereka yang justru bersemangat mengampanyekan hidup bersih. Terutama untuk menanggulangi penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang menularkan penyakit DB. Mereka adalah para kader atau jumantik.

Tidak hanya menularkan semangat kebersihan, secara berkala mereka ini juga memantau spot-spot yang biasa menjadi tempat bersarang nyamuk tersebut. Salah satunya bak mandi. Praktis mereka harus blusukan ke kamar mandi milik tetangga mereka.

Ada banyak alasan yang biasanya ditemui kader jumantik ini saat meninjau lokasi, salah satunya karena kondisi kamar mandi yang kurang baik. Sehingga sebagian warga kadang menolak dipantau bak mandinya.  “Ora usah (tidak usah), nanti tak bersihkan sendiri, kamar mandine rusuh (kamar mandinya kotor),” ucap Sunarsih, seorang kader jumantik, menirukan alasan warga yang ogah dipantau kamar mandinya.

(rt/dre/muh/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia