Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

USBN SMP Masih Pakai Paper, Belum Siapnya Sarana Prasarana

16 Februari 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SERIUS: Para siswa ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas SMPN 5 Tulungagung.

SERIUS: Para siswa ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas SMPN 5 Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Jika tingkat SMA, ujian sekolah berstandar nasional (USBN) berbasis komputer dan smartphone, tidak demikian dengan tingkat SMP. Belum siapnya sarana dan prasaran (sarpras) pada lembaga sekolah menjadi salah satu alasan. “Untuk SMP masih menggunakan paper test,” jelas Purwono, Kasi Kurikulum SMP Dispendikpora Tulungagung Jumat (15/2).

Lanjutnya, USBN berbasis komputer dan smartphone pada tingkat SMA menjadi tolok ukur tingkat SMP. Artinya, ada kemungkinan USBN tingkat SMP juga berbasis komputer dan smartphone tahun depan. “Sementara ini dicoba pada SMA dulu. Jika berhasil, bisa jadi tahun depan SMP akan mengikuti hal serupa,” ungkapnya.

Meski demikian, Purwono memastikan untuk ujian nasional 100 persen berbasis komputer. Tapi dia tak menampik jika masih banyak sekolah mengalami kendala dalam sarpras. Terutama untuk klien. Karena itu, beberapa lembaga sekolah memutuskan memilih bergotong-royong meminjam laptop siswa. Namun, sebagian memilih menumpang pada SMA/SMK yang memiliki fasilitas memadai. “UNBK nantinya ada yang mandiri dan ada yang menumpang. Jadi, 100 persen UN sudah berbasis komputer,” tandasnya.

Diperkirakan, sebanyak 12.213 siswa SMP bakal mengikuti USBN awal April mendatang. Jumlah ini berasal dari SMP negeri maupun swasta di kabupaten Tulungagung. Rencananya, USBN akan berlangsung selama 7 hari. Kurang lebih 11 mata pelajaran akan diujikan pada USBN mendatang. Disinggung mengenai persiapan USBN, pria 58 tahun ini mengimbau setiap lembaga sekolah mempersiapkan siswanya sebaik mungkin. Terutama untuk materi ujian. Pasalnya, akan terdapat materi high order thinking skills (HOTS) yang masih menjadi momok sejumlah siswa. “Diperkirakan ada 10 hingga 15 persen soal HOTS. Jadi siswa harus benar-benar mempersiapkan sebaik mungkin,” terangnya.

Tak hanya itu, USBN juga menjadi penentu kelulusan. Untuk itu, Purwono menyerahkan persiapan materi pada setiap lembaga sekolah. Sebab, setiap sekolah memiliki karakteristik dan permasalahan berbeda-beda. Jadi, untuk tambahan materi maupun latihan tryout, diserahkan pada setiap lembaga. “Jika ada sekolah yang mengadakan tryout maupun latihan secara internal, monggo kami persilakan,” tandasnya.

Sementara itu, waka kurikulum SMPN 2 Tulungagung, Hadi Suyono mengaku, pendalaman materi USBN sudah berjalan sekitar 90 persen. Untuk itu, dia memastikan siswa sudah siap dalam menghadapi USBN. Disinggung mengenai tryout, Hadi menuturkan USBN tidak ada tryout. Siswa akan mendapat pendalaman materi terkait materi USBN. Nanti materi USBN merupakan materi dari kelas 7 hingga 9. Diperkirakan, sebanyak 396 siswa di SMP ini akan mengikuti USBN April mendatang. “Untuk USBN, kita tidak ada tryout. Namun ada pendalaman materi,” katanya. 

(rt/nda/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia