Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Tangani 11 Kasus Anak dan KDRT

16 Februari 2019, 22: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi

TULUNGAGUNG - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung menangani empat kasus melibatkan anak di bawah umur. Dari jumlah kasus tersebut, didominasi kekerasan fisik dan tindak asusila.

Bahkan paling menonjol yakni pembunuhan terhadap buah hatinya sendiri beberapa waktu lalu. “Paling menyedihkan, ada siswa SMA membunuh anak kandung sendiri setelah dilahirkan,” ungkap Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Hendro Triwahyudi Jumat (15/2). Selain kasus itu, ada perkelahian dan berakhir pelaporan ke ranah hukum.

Dia mengaku polisi terus meminimalkan kejadian serupa di bulan berikutnya. Caranya, bekerja sama dengan dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (dispendikpora).

Dia menjelaskan, selain kasus melibatkan anak, UPPA juga menangani tujuh kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga Februari ini. “Total kasus anak dan KDRT ada 11 kasus. Sudah kami ditangani semua,” ujarnya.

Menurut dia, kasus tersebut kebanyakan disebabkan penggunaan media sosial (medsos). Medsos menjadi salah satu faktor yang berujung kekerasan, baik korban atau pelaku. “Kita gencar menyosialisasikan terkait pencegahan sejak dini kekerasan ataupun pencabulan melibatkan anak. Saat kegiatan OSIS, kami dimintai sebagai narasumber dan sering mengingatkan terkait tindakan melanggar hukum,” ungkapnya.

(rt/iyo/did/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia