Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Waspada, Kurun 1,5 Bulan Sudah 16 Nyawa Amblas, Akibat Kecelakaan

18 Februari 2019, 03: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

HATI-HATI : Kecelakaan di Desa/Kecamatan Campurdarat, Sabtu (16/2).

HATI-HATI : Kecelakaan di Desa/Kecamatan Campurdarat, Sabtu (16/2). (AGUS DWIYONO/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG- Pengendara kendaraan bermotor harus lebih hati-hati jika berkendara di jalan raya. Sebab, sudah puluhan nyawa melayang karena kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Berdasarkan data yang diperoleh dari Satlantas Polres Tulungagung, selama 1,5 bulan mulai Januari sampai pertengahan Februari Sabtu  (16/2), sudah 16 nyawa melayang alias bablas. Rerata pengendara ini meninggal dunia alias koit di tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Kanit Laka Lantas Iptu Diyon Fitrianto, selama Januari ada 85 laka lantas yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia, 167 oang mengalami luka ringan, dan 1 orang luka berat. Sebagian besar melibatkan usia produktif dan pengendara sepeda motor. “Kebanyakan korban memang usia produktif, mulai 17 hingga 30 tahun dan pengendara sepeda motor,” ungkapnya.

Bulan lalu, sebagian besar laka lantas terjadi di jalur tengkorak, yakni di jalan nasional masuk Kecamatan Ngantru.

Sedangkan pertengahan Februari hingga Sabtu (16/2), ada enam kasus laka lantas dan mengakibatkan empat nyawa melayang di jalan raya. Laka lantas itu terjadi di wilayah pinggiran hingga wilayah kota. “Tercatat sampai pertengahan Februari, empat orang meninggal,” jelasnya.

Terbaru, sehari kemarin (16/2), terjadi dua kecelakaan di tempat berbeda mengakibatkan dua nyawa melayang. Pertama, kecelakaan tunggal di jalan raya masuk Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo. “Sekitar pukul 07.55, kecelakaan menewaskan Sugeng Widodo, 30, warga setempat,” jelasnya.

Kronologi kejadian itu bermula saat korban mengendarai Honda CB dengan nopol AG 6867 RAY, melaju dari arah barat menuju timur. Karena tidak bisa menguasai laju kendaraan yang berkecepatan tinggi, korban terjatuh dan tewas di TKP. “Kondisi korban mengalami luka parah di bagian kepala,” kata Iptu Diyon.

Selanjutnya, kecelakaan lagi terjadi di jalan raya masuk Desa/Kecamatan Bandung. Laka lantas  yang melibatkan tiga kendaraan, yakni satu mobil dan dua motor. Mobil Xenia warna hitam dengan nopol L 1891 KS dikendarai Wahyu Dermawan, 21, warga Kranggan, Kota Mojokerto, dengan dua sepeda motor. Yakni Supra nopol AG 4894 RAS yang dikemudikan Firdiansyah, 28, Warga Kenayan, dengan Vario nopol AG 5919 KBB yang dikendarai Nila Us, 24, warga Kecamatan Srengat, Blitar.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00, bermula saat kendaraan mobil Xenia nopol L 1891 KS berjalan dari selatan ke utara. Begitu sampai di TKP,  mobil tersebut berusaha mendahului mobil lain di depannya dan mendadak roda depan kanan pecah. Laju mobil pun tak terkendali, oleng ke kanan. Di waktu bersamaan, sepeda motor Supra dan Vario berjalan dari arah berlawanan, Xenia pun menabrak dua motor tersebut.

Akbibatnya, pegendara Vario, Nila Us, langsung meninggal di lokasi setelah megalami luka parah di bagian kepala. Sedangkan pengendara mobil mengalami luka ringan. Mobil tersebut terhenti setelah menabrak pohon. “Pengendara Supra mengalami patah kaki,”  kata Diyon.

Dia menambahkan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki laka lantas tersebut. Sementara ini dua motor dan mobil diamankan. “Kami belum menentukan tersangkanya,” katanya. 

(rt/iyo/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia