Selasa, 19 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Enam Lembaga Numpang UNBK

19 Februari 2019, 15: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

FOKUS : Sejumlah siswa ketika mengikuti simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di ruang kelas SMPN 2 Tulungagung.

FOKUS : Sejumlah siswa ketika mengikuti simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di ruang kelas SMPN 2 Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Sebanyak 126 lembaga sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat baik negeri maupun swasta, akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) April mendatang. Namun tidak semua sekolah mampu melaksanakan ujian mandiri.

Kasi Kurikulum SMP Dispendikpora Tulungagung, Purwono membeberkan telah membaginya dalam tiga kategori. Yakni lembaga yang mampu mandiri penuh, mandiri tapi menumpang, dan menumpang penuh. Untuk mandiri penuh artinya, sekolah memiliki server dan bergotong royong dengan meminjam laptop milik siswa untuk dapat melaksanakan ujian. Sementara untuk mandiri tapi menumpang, yakni sekolah hanya memiliki server. Sehingga agar dapat mengikuti ujian, terpaksa untuk meminjam atau menumpang client pada SMA/SMK terdekat dengan sekolah. “Untuk yang full menumpang berarti ujian diselenggarakan di sekolah lain. Jumlahnya kurang lebih ada enam lembaga SMP swasta yang terpaksa menumpang,” terangnya.

Berdasarkan data dari dispendikpora, dari total 48 lembaga SMP negeri di Tulungagung, 46 di antaranya mampu menyelenggarakan ujian mandiri. Sementara dua di antaranya mandiri tapi menumpang. Sedangkan untuk lembaga SMP swasta, dari total 34 lembaga, 26 di antaranya telah mampu menyelenggarakan ujian mandiri. Sementara dua lembaga laksanakan mandiri tapi menumpang, dan sebanyak 6 lembaha lainnya menumpang pada SMA/SMK terdekat. “Jumlahnya tidak terlalu banyak, karena sudah banyak lembaga yang memilih melaksanakan ujian mandiri,” jelasnya.

Pria 58 tahun ini tak menampik jika sarana dan prasarana (sarpras) masih menjadi kendala bagi sejumlah sekolah untuk dapat laksanakan UNBK. Namun mengapresiasi lembaga sekolah yang memutuskan untuk melaksanakan ujian mandiri. Pasalnya, dapat melaksanakan ujian di sekolah sendiri dan di sekolah lain dapat berdampak pada psikologis siswa. “Siswa cenderung merasa tenang jika ujian di sekolahnya sendiri. Tapi saya berharap siswa dapat tetap menghadapai ujian sebaik mungkin tidak peduli sekolahnya mandiri atau belum,” tuturnya.

Diperkirakan sebanyak 12.213 siswa SMP akan ikut UNBK pada pertengahan April mendatang. Jumlah itu terdiri dari siswa negeri maupun swasta. Meski UNBK tidak menjadi penentu kelulusan, namun diimbau setiap lembaga sekolah untuk mempersiapkan siswanya sebaik mungkin.Terutama untuk materi ujian. Pasalnya akan terdapat materi high order thinking skills (HOTS) yang masih menjadi momok bagi sejumlah siswa. “Diperkirakan ada 10 hingga 15 persen soal HOTS, jadi siswa harus benar-benar mempersiapkan sebaik mungkin,” terangnya.

Selain mempersiapkan materi, setiap lembaga diwajibkan mengikuti simulasi III pada pertengahan Maret mendatang. Simulasi III ini sekaligus sebagai gladi bersih UNBK. Sehingga bersifat wajib. Untuk itu diminta agar mempersiapkan sebaik mungkin. Baik dari materi seputar UN maupun kesiapan sarpras untuk mendukung kelancaran UNBK. “Rencananya gladi bersih 18 hingga 19 Maret. Ini sifatnya wajib, jadi semua harus disiapkan sebaik mungkin,” ujarnya.

(rt/did/nda/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia