Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon-featured
Features

Imroatus Solekah Tekuni Usaha Pembuatan Besek (1)

21 Februari 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

KREATIF: Imroatus Solekah bersama suami, Agus Yulianto, ketika berjualan klepon crotty menggunakan besek.

KREATIF: Imroatus Solekah bersama suami, Agus Yulianto, ketika berjualan klepon crotty menggunakan besek. (Imroatus Solekah For RATU)

Imroatus Solekah, warga Desa Kiping, Kecamatan Gondang, mampu memasarkan besek hingga ke luar Jawa. Dia pun aktif menularkan ilmu pembuatan kerajinan tangan tersebut kepada ibu-ibu setempat.

SITI NURUL LAILIL MA’RIFAH

Besek merupakan tempat berbentuk persegi terbuat dari anyaman bambu. Umumnya, besek dijadikan untuk mengemas tape atau keripik tempe. Di tangan Imroatus Solekah dan dibantu suaminya, Agus Yulianto, menjadikan besek memiliki tampilan lebih menarik. Selain untuk mengemas tape, juga bisa dipakai untuk tempat nasi dan sambal.

Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Tulungagung, Imroatus mengaku mulai serius mengelola usaha besek ketika bergabung di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Creative, 2014 lalu. Suaminya waktu itu kebetulan menjadi direktur PKBM dan membantu memasarkan besek. “Selain sebagai kepala taman kanak-kanak (TK) Creative, saya juga sebagai guru bidang keterampilan di PKBM itu. Jadi usaha berdua,” katanya Selasa (19/2).

Dia tak memungkiri usaha kerajinan besek di era globalisasi sulit untuk bersaing. Perlu inovasi membuat besek lebih menarik, termasuk tempat nasi dan sambal. Dari situ menerima banyak permintaan besek. “Dapat pesanan besek dari Tulungagung, Kediri, dan Blitar. Bahkan luar Jawa, seperti Bali, Batam, Kalimantan, dan lain-lain,” katanya. Untuk memenuhi permintaan pasar tersebut, dia melibatkan wali murid (ibu-ibu, Red) di TK yang dikelolanya.

(rt/lai/did/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia