Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Target Bedah Rumah Meleset, Anggaran Dipangkas karena Pileg- Pilpres

21 Februari 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi

TULUNGAGUNG – Keinginan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Sumber Daya Air (Disperum KPSDA) Tulungagung untuk menggenjot program bedah rumah pada tahun ini pupus. Dari pengajuan 1.000 rumah, hanya disetujui untuk 150 rumah atau diakumulasikan hanya menerima Rp 3,1 miliar. Tampaknya ini dipicu gelaran pesta demokrasi tahun ini yang membuat pemerintah pusat lebih mengalokasikan anggaran ke sektor tersebut. “Dana alokasi khusus (DAK) untuk bedah rumah berkurang drastis,” kata Kabid Perumahan dan Permukiman Harinto Triyoso Selasa (19/2).

Menurut dia, setiap tahun pihaknya tetap membuat program untuk bedah rumah. Yakni diperuntukkan bagi rumah warga yang tidak layak huni dan mendukung program kota tanpa kumuh (kotaku). Namun kenyataannya, yang diperoleh justru jauh lebih rendah dari harapan awal. Alhasil, mereka harus melakukan penyesuaian agar program tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Program tetap berjalan, tetapi tidak sampai seperti rumah seperti target awal,” jelasnya.

Rinto, sapaan akrabnya melanjutkan, program bedah rumah tahun ini hanya difokuskan pada lima kecamatan. Yakni Ngunut, Tulungagung, Boyolangu, Kedungwaru, dan Kauman. Per rumah mendapat gelontoran dana Rp 17,5 juta. Jika dikalikan 150, ditemukan angka Rp 3,1 miliar. Padahal jika ingin membedah 1.000 rumah, membutuhkan anggaran Rp 17,5 miliar. “Hanya segitu yang kami dapat. Padahal pada tahun lalu mendapat Rp 7,1 miliar,” ujarnya.

Pria ramah ini mengakui, pengurangan anggaran DAK sebenarnya tidak hanya dialami pihaknya. Instansi lain yang menerima anggaran serupa juga mengalami hal yang sama. Semua karena gelaran pileg dan pilpres yang tentunya menyedot anggaran besar di tingkat pusat. Otomatis, ini berimbas pada pos anggaran lain. “Namun kami akan tetap memaksimalkan dana yang tersedia agar program bedah rumah tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya. Semoga tahun depan bisa ditambah,” tuturnya.

Disinggung untuk pelaksanaan, dia mengaku jika hal tersebut diprediksi setelah pesta demokrasi selesai. Jadi dia berharap semua pihak bersabar menunggu. 

(rt/rak/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia