Selasa, 16 Jul 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Sebar Hoax Berupa Tangkapan Layar Percakapan, Pria Ini Dibekuk Polisi

22 Februari 2019, 18: 04: 59 WIB | editor : Retta wulansari

JANGAN MUDAH PERCAYA: Polisi memperlihatkan Widodo, pelaku penyebaran berita hoax yang bisa mengakibatkan pertikaian.

JANGAN MUDAH PERCAYA: Polisi memperlihatkan Widodo, pelaku penyebaran berita hoax yang bisa mengakibatkan pertikaian. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Masyarakat Kota Keripik Tempe dan sekitarnya diharapkan jangan mudah percaya akan berita yang tersebar di media sosial (medsos), apalagi dengan sumber yang tidak jelas. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan berita tersebut merupakan berita bohong atau berita hoax yang sengaja diunggah dan bisa memicu pertikaian. Buktinya, Rabu (13/2) lalu, Satreskrim Polres Trenggalek berhasil membekuk Widodo, 21, warga Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, yang diduga menyebarkan berita hoax berupa tangkapan layar percakapan lewat akun Facebook Tamari Dewe.

Bersamaan itu, turut diamankan barang bukti berupa print out bukti percakapan yang diduga sebagai berita hoax serta lima buah handphone (HP) berbagai merek milik pelaku dan empat korban yang sudah terprovokasi. Kini satreskrim mengembangkan proses penyelidikan terkait kemungkinan adanya pelaku lainnya.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kejadian tersebut bermula pada Kamis (24/1) lalu. Saat itu beberapa kelompok organisasi, baik di Trenggalek maupun Tulungagung, dihebohkan dengan unggahan akun medsos bernama Tamari Dewe. Itu terkait tangkapan layar mengenai percakapan pada pesan pribadi di medsos yang disinyalir mengandung SARA hingga bisa menimbulkan pertikaian. Sebab dalam tangkapan tersebut terdapat percakapan antara akun bernama Hasan Noestra dengan akun pengunggah (Tamari Dewe), berisi kalimat penghinaan yang dilakukan akun Hasan Noestra. Dari situ, Satreskrim Polres Trenggalek langsung melakukan penyelidikan untuk menelusuri jejak digital terkait unggahan foto tersebut. “Dari situlah kami menemukan seorang saksi yang membenarkan unggahan tangkapan layar percakapan tersebut,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa S.

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil penelusuran jejak digital, polisi mengetahui pihak pengunggah pertama tangkapan layar tersebut memang benar akun Tamari Dewe. Setelah itu, tangkapan tersebut diunduh, selanjutnya dibagikan ke dalam berbagai grup medsos dan pesan pribadi terhadap seseorang. “Karena isi percakapannya tersebut menjelekkan salah satu kubu organisasi sehingga menimbulkan keresahan dan rasa permusuhan. Serta berpotensi menjadi konflik fisik,” katanya.

Untuk mencegah unggahan tersebut menjadi konflik fisik dan pertikaian antarkubu, polisi langsung melakukan penyelidikan guna mengetahui siapa sebenarnya penyebar berita tersebut. Dari situlah, diketahui pelaku penyebaran berita tersebut adalah Widodo, yang saat itu bekerja di salah satu perusahaan pertambangan Desa Pahawan, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Tidak menunggu lama, setelah mengetahui informasi tersebut, polisi bergegas ke lokasi hingga berhasil membekuk pelaku ketika berada di basecamp pada Rabu (13/2) sekitar pukul 21.30 lalu. Seketika itu, polisi langsung membawanya ke Mapolres Trenggalek untuk proses penyelidikan selanjutnya. Nantinya jika terbukti bersalah, pelaku akan diganjar berdasarkan pasal 45A ayat (2) UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. “Kasus ini bisa menimbulkan pertikaian, perpecahan, hingga bentrok fisik. Makanya kami akan secepat mungkin menyelesaikannya. Selain itu, kami juga berpesan kepada masyarakat jangan mudah percaya akan provokasi khususnya yang disebar melalui medsos,” jelas Didit.

Sementara itu, pelaku Widodo, ketika dikonfirmasi oleh Koran ini terkait tujuannya tersebut memilih bungkam. Dirinya langsung mengikuti petunjuk petugas untuk melanjutkan hukuman di balik jeruji besi.

(rt/dre/zak/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia