Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Kenyamanan Terganggu, Warga Keluhkan Bau Menyengat

22 Februari 2019, 13: 25: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DIKELUHKAN: Salah seorang warga menunjukkan lokasi pembuangan limbah pabrik pakan ternak, Kamis (21/2).

DIKELUHKAN: Salah seorang warga menunjukkan lokasi pembuangan limbah pabrik pakan ternak, Kamis (21/2). (Syaiful Anwar/Radar Blitar)

BLITAR KABUPATEN – Kenyamanan warga Dusun/Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, terganggu. Itu setelah bangunan pabrik pakan ternak yang ada di sekitar permukiman warga diduga mengeluarkan aroma yang menyengat. Selain itu, nonol atau kulit jagung kerap beterbangan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, bau menyengat memang sering tercium dari permukiman warga yang berada di dekat bangunan pabrik pakan ternak tersebut. “Padahal, kini belum beroperasi. Bagaimana kalau sudah beroperasi? Pasti bau menyengat sering tercium dan nonol sering beterbangan,” ungkap Wawan, warga setempat.

Dia mengaku kerap mencium bau menyengat dan mendapati nonol jagung pada siang hingga sore hari. Dia khawatir kondisi tersebut akan mengganggu kesehatan keluarganya dan juga warga sekitar. Terlebih tempat tinggalnya dengan pabrik pakan ternak tersebut hanya berjarak sekitar 50 meter. “Setiap hari selalu mencium bau menyengat. Praktis mengganggu kenyamanan dan takutnya berdampak pada kesehatan,” keluhnya.

Sejatinya dia dan warga lainnya sudah lama mengeluh akan kondisi tersebut, tapi tidak ada respons. Hingga akhirnya dia menyurati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dan ditindaklanjuti dengan menggelar pertemuan. Tapi pertemuan tersebut belum ada hasil positif. “Sebab, sampai kini pabrik masih mengeluarkan bau tidak sedap,” ujarnya.

Dia menjelaskan, awalnya bangunan tersebut masih berupa gudang pakan ternak. Kemudian bertambah menjadi gudang dan pengolahan pakan ternak skala kecil. Namun pada pertengahan tahun lalu, pemilik membangun dua cerobong raksasa.

 Dia menduga bau menyengat itu berasal dari pembuangan limbah yang tidak dikelola dengan baik dan benar. Parahnya, lokasi pembuangan limbah berada di dekat permukiman warga. “Jika beroperasi, pasti bau lebih menyengat karena sekarang menjadi pabrik skala besar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Blitar Rully Wahyu Prasetyowanto mengatakan, beberapa waktu lalu memang telah diagendakan pertemuan antara warga dan pihak pabrik pakan ternak. “Dua minggu yang lalu kades setempat memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak pabrik,” katanya.

Namun, pihaknya belum tahu hasil yang diperoleh dari pertemuan itu. Dia menjelaskan, untuk izin usaha pabrik pakan ternak, pihaknya mengaku belum tahu. Apakah sudah mengantongi izin atau masih proses. “Akan kami cek dulu, apakah sudah berizin atau belum,” imbuhnya.

Sementara itu, pemilik pabrik pakan ternak belum bisa ditemui karena tidak berada di tempat.

(rt/abd/kan/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia