Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

USBN Penentu Kelulusan Siswa

22 Februari 2019, 20: 16: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SERIUS: Sejumlah siswa ketika ikut kegiatan belajar mengajar di SDN 7 Kampungdalem.

SERIUS: Sejumlah siswa ketika ikut kegiatan belajar mengajar di SDN 7 Kampungdalem. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tingkat SD rencananya digelar April mendatang. Tepatnya 22 hingga 24 April 2019. Diperkirakan sebanyak 13 ribu siswa SD negeri maupun swasta akan ikut USBN. Tak ada perubahan yang signifikan dari pelaksanaan USBN tahun ini.

Plt Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung, Bina Andari Nurmaning mengungkapkan, terdapat tiga mata pelajaran (mapel) yang akan diujikan pada USBN. Yakni matematika, bahasa Indonesia, dan IPA. “Tidak ada perubahan yang signifikan dengan USBN tahun lalu. Yang berubah hanya jumlah peserta yang lebih banyak,” terangnya Rabu (20/2).

Sejumlah persiapan pun terus dilakukan. Salah satunya persiapan materi ujian nasional (UN). Termasuk memperdalam materi dan kisi-kisi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) wajib dilakukan. Tahun ini format soal masih sama, pilihan ganda dan esai. “Kisi-kisi ini penting untuk menjadi acuan pengembangan dan pembuatan naskah soal ujian. Kisi-kisi ini juga disusun berdasarkan criteria pencapaian standar kompetensi lulus dan kurikulum yang berlaku,” ungkapnya.

Tak hanya pendalaman materi, untuk mengukur kemampuan siswa, penting dilkukan tryout (TO). Rencananya dinas akan menggelar TO sebanyak dua kali. Yakni 4 hingga 6 Maret untuk TO periode I, dan 25 hingga 27 Maret untuk periode II.

Selain mengukur kesiapan siswa, TO juga berfungsi menguji kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) yang akan digunakan.

Dia mengimbau para guru untuk turut membantu siswa dalam mempersiapkan diri. Baik dari segi materi ujian maupun mental siswa. Dispendikpora mencatat, setidaknya USBN kali ini akan diikuti sebanyak 654 lembaga SD negeri maupun swasta.

Disinggung mengenai penggunaan komputer untuk ujian, wanita berhijab ini menuturkan jika untuk USBN tingkat SD, masih menggunakan kertas (based on paper test). Sebab, masih banyak lembaga yang belum siap untuk melaksanakan ujian berbasis komputer. Pasalnya, tak hanya mempersiapkan server, tapi juga client komputer yang hendak digunakan untuk ujian. “Memang ada imbauan dari pusat menggunakan komputer. Tapi untuk SD, belum mampu seperti itu. Jadi menggunakan paper dulu,” pungkasnya. 

(rt/did/nda/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia