Selasa, 19 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Kerahkan 85 Pasukan Pelipat Surat Suara

23 Februari 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TELITI: Pekerja menyortir surat suara pemilihan DPRRI di gudang logistik KPU Kota Blitar, Jumat (22/2).

TELITI: Pekerja menyortir surat suara pemilihan DPRRI di gudang logistik KPU Kota Blitar, Jumat (22/2). (MOCHAMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA – Ribuan surat suara untuk Pemilu 2019 mulai disortir di gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar di Jalan Cemara, kemarin. KPU mengerahkan setidaknya 85 warga atau “pasukan” untuk untuk menyortir sekaligus melipat surat suara.

 Mulai Jumat (22/2), masih surat suara pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) yang disortir dan dilipat. Penyortiran untuk surat suara pemilihan DPRD provinsi, DPRD Kota/Kabupaten Blitar, dan lain sebagainya akan dilanjutkan lagi hari ini hingga selesai.

Penyortiran yang yang dimulai sekitar pukul 08.00 itu juga diawasi langsung oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Beberapa anggota bawaslu turut memantau proses penyortiran. “Ya, kami juga harus ikut awasi. Kami mengecek sudah sesuaikah jumlah kebutuhan surat suara di Kota Blitar,” kata Komisioner Bawaslu Kota Blitar Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Abdul Aziz Alkaharudin, saat memantau proses sortir kemarin.

Aziz mengatakan, jika nantinya ditemukan adanya kelebihan surat suara, bisa berpotensi pelanggaran. Sebab, risiko terjadinya penggelumbungan suara bisa saja terjadi. “Kalau lebih, nantinya bisa berisiko ada penggelumbungan suara. Itu kan termasuk salah satu pelanggaran juga,” ungkapnya.

Hingga kemarin, Bawaslu belum menemukan adanya surat suara lebih. Pun juga surat suara yang rusak ataupun tidak sesuai dengan ketentuan. Sesuai ketentuan, jumlah surat suara yakni total surat suara yang dibutuhkan atau sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ditambah dua persen. “Yang tambahan dua persen ini biasanya untuk cadangan. Atau untuk pemilih khusus yang menggunakan KTP (kartu tanda penduduk),” jelasnya.

 Bawaslu akan terus mengawasi proses sortir dan pelipatan surat suara hingga selesai. Penyortiran dilakukan secara bertahap karena terbatasnya jumlah orang yang menyortir. Jika memang ada kerusakan, surat suara bisa diganti yang baru setelah diusulkan.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Blitar Setyo Budiono mengatakan, penyortiran sekaligus pelipatan surat suara itu untuk mengecek kondisi surat suara yang telah diterima beberapa waktu. Apakah ada kerusakan seperti sobek, warna cetakan tidak sesuai, dan lain sebagainya. “Selain disortir, juga dilipat sekaligus. Hingga kini belum ditemukan kerusakan,” terangnya.

Apabila ada kerusakan, kata dia, KPU akan mendata dan mengembalikanya ke KPU pusat untuk diganti yang baru. Namun penyortiran masih untuk surat suara pemilihan DPRD provinsi, DPRD Kota/Kabupaten, dan DPRRI. “Kurang surat suara yang pemilihan calon presiden dan DPD. Surat suara itu belum datang,” katanya. 

(rt/kan/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia