alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

DPT Lanjutkan Program Lama

25 Februari 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

EKSOTIS: Suasana agropark atau DPT jelang malam hari. Tak ada program baru yang dikerjakan dispertapan tahun ini, agropark menjadi salah satu program yang masih dikerjakan.

EKSOTIS: Suasana agropark atau DPT jelang malam hari. Tak ada program baru yang dikerjakan dispertapan tahun ini, agropark menjadi salah satu program yang masih dikerjakan. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TRENGGALEK – Dipastikan tahun ini tak ada banyak perubahan kegiatan pembangunan dalam bidang pertanian maupun pangan di Bumi Menak Sopal. Dinas pertanian dan pangan (dispertapan) menyebutkan hanya akan melanjutkan program-program pembangunan yang sudah dicanangkan sebelumnya, alias tak ada inovasi kegiatan baru yang bakal dilaksanakan. Kemungkinan hal ini berlaku hingga tahun anggaran 2020 nanti. "Sementara ini belum ada. Kita hanya melanjutkan program kegiatan yang sudah ada saja," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek Joko Surono.

Sebab, ada beberapa kegiatan yang belum bisa dilaksanakan dalam satu tahun anggaran ini.  Semisal perlengkapan sarana prasarana di demplot pertanian terpadu (DPT) yang kini dikenal dengan sebutan Agropark Trenggalek. Maklum, di lokasi ini masih ada beberapa kegiatan yang belum dikerjakan. Semisal melengkapi bangunan untuk sarana pertemuan, yakni balai tani atau saung.

Terkait ini, pihaknya mengaku akan mempercepat proses pelaksanaan kegiatan dengan melelang lebih awal. Kini, kegiatan tersebut telah masuk dalam rencana umum pengadaan. Anggarannya pun juga sudah disedikan sekitar Rp 600 juta untuk pembangunan tersebut.

Joko, sapaannya, mengaku juga masih konsen dalam pengembangan teknologi pertanian (PTP) dengan objek kopi dan sapi perah di Kecamatan Bendungan. Ada harapan besar, dua pengembangan komoditas ini menjadi salah satu produk andalan di wilayah Kecamatan Bendungan nantinya. Sebab jika melihat karakter wilayah perbukitan di daerah tersebut, cukup memungkinkan untuk pengembangan dua komoditas tersebut. "Selain itu, kami juga masih fokus pada saint technopark untuk pengolahan minyak asiri," ujarnya

Dia mengungkapkan, program tersebut kemungkinn besar masih berlanjut hingga 2020  nanti. Baru setelah program yang masuk dalam pembangunan jangka menengah daerah tersebut selesai lima tahun, dinasnya akan dimunculkan rencana atau program kegiatan yang baru. "Sementara di tahun anggaran 2019 ini kita melanjutkan program yang sudah ada," tuturnya.

Sekadar diketahui, upaya pemerintah menghadirkan sarana edukasi wisata dengan DPT cukup diminati masyarakat. Indikasinya, nyaris setiap hari ada puluhan pengunjung yang mendatangi DPT yang kini dikemas dengan nama Agropark Trenggalek tersebut.

Bahkan, karena lokasinya cukup menarik untuk dikunjungi, kini juga ada pembatasan waktu di lokasi ini. Tujuannya, agar area tersebut tidak disalahgunakan fungsinya. Meskipun sebenarnya sudah disiapkan seorang petugas jaga di area tersebut untuk pengamanan.

(rt/muh/did/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia