Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon-featured
Sportainment

Bahaya Seringnya Konsumsi Junk Food

Ganggu Kesehatan, Risikonya Dikemudian Hari

26 Februari 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

CEPAT SAJI : Seorang model, Fadila sedang memperagakan makan makanan yang termasuk junk food. Konsumsi junk food berlebihan bisa mengganggu kesehatan tubuh.

CEPAT SAJI : Seorang model, Fadila sedang memperagakan makan makanan yang termasuk junk food. Konsumsi junk food berlebihan bisa mengganggu kesehatan tubuh. (SITI NURUL LAILIL MA’RIFAH/RATU)

Junk food adalah salah satu jenis makanan yang mempunyai banyak penggemar. Rasanya yang lezat serta praktis menjadi alasan kenapa banyak orang menyukainya. Tak hanya itu, junk food menjadi pilihan tepat menghemat waktu makan bagi orang – orang yang memiliki jam padat, karena terlalu sibuk bekerja. 

Kendati demikian, banyak informasi tentang junk food yang jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Tapi nyatanya itu tidak menyurutkan antusiasme penggemar junk food.

Salah satu penggemar makanan ini adalah Litasari. Diua  mengaku sangat menyukai makanan ini. Makanan tersebut menjadi pilihannya selain memiliki rasa enak, praktis juga memiliki harga tidak menguras kantong. Biasanya dia mengonsumsi makanan cepat saji tersebut seminggu bisa tiga atau empat kali. “Karena enak, praktis nggak perlu masak jadi ya bikin ketagihan. Apalagi saya ini anak kos, malas kalau suruh masak,” katanya

Lita sapaan akrabnya itu mengakui banyaknya informasi terkait bahayanya mengonsumsi junk food secara berlebihan. Yakni,  mampu menimbulkan gangguan kesehatan. Itu karena dalam junk food terdapat kandungan gula yang tinggi, serta lemak. Namun selama ini, wanita berambut pendek ini mengaku tidak pernah mengeluh sakit.  “Tidak ada keluhan apapun kok,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan M. Barurrosyid. Dia mengaku termasuk penggemar konsumsi junk food. Makanan cepat saji itu sangat popular karena variannya beragam, dengan rasa gurih menggoda dan harganya tidak terlalu mahal. Selain itu penyajiannya yang tak membutuhkan waktu lama, membuat dia bisa menghemat waktu makan.

“Rasanya yang khas, membuat penikmatnya ketagihan,” katanya.

Rosyid menyebutkan, kandungan pada makanan junk food yang ada lemak jenuh, kalori tinggi dan juga bahan pengawet, membuat penggemar makanan tersebut harus bisa mengontrol.

Karena menurut dia, dampak negatif dari makanan tersebut tidak dirasakan langsung, namun bertahap.  “Saya memang suka sekali jenis makanan junk food ini. Tapi lebih saya control sih, karena khawatir juga pada dampaknya walaupun sekarang juga tidak ada keluhan,” terangnya.

(rt/lai/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia