Kamis, 23 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Sportainment

Junk Food Bisa Sebabkan Kolesterol, Diabet dan Darah Tinggi

26 Februari 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

CEPAT SAJI : Seorang model, Fadila sedang memperagakan makan makanan yang termasuk junk food. Konsumsi junk food berlebihan bisa mengganggu kesehatan tubuh.

CEPAT SAJI : Seorang model, Fadila sedang memperagakan makan makanan yang termasuk junk food. Konsumsi junk food berlebihan bisa mengganggu kesehatan tubuh. (SITI NURUL LAILIL M/FOR RATU)

Makanan junk food memang menggugah selera. Tak heran banyak orang yang mengandalkan makanan tersebut dikala rasa lapar menyerang. Meski demikian, ada dampak negatif yang cukup berbahaya dan hal itu mampu menimbulkan gangguan kesehatan.

Salah seorang dokter umum, Yesi Rosalia mengakui mengkonsumsi makanan junk food bisa membuat merasa ketagihan. Hal ini disebabkan pada makanan saji terdapat bahan seperti gula buatan, penyedap, dan juga pewarna makanan, sehingga sangat menggugah selera. Namun, bahan makan tersebut jika dikonsumsi terus menerus ke tubuh, tentu efeknya akan sangat merugikan bagi tubuh dan kesehatan.  “Kadang karna rasanya yang enak menyebabkan release hormon dopamin yang menyebabkan rasa bahagia sehingga dapat ketagihan terhadap konsumsi junkfood. Namun dibalik itu ada dampak negatifnya,” katanya.

Yesi menjelaskan, makanan junk food umumnya tinggi karbohidrat tetapi minim sekali serat. Karbohidrat sangat mudah dicerna oleh tubuh menjadi glukosa sehingga gula darah akan meningkat.

Nah, jika kebiasaan ini terus dipertahankan, kondisi ini nant bisa mengganggu kerja insulin. Dan jika insulin tidak mampu bekerja dengan normal maka bisa jadi berisiko terkena berbagai masalah kesehatan seperti diabetes dan obesitas. Bahkan akibat terjadi obesitasjuga visa meningkatkan resiko asma dan sesak nafas. “Nah makanya dianjurkan tidak sering konsumsi makanan junk food,” katanya

Selain itu, makanan ini juga banyak mengandung natrium (garam), lemak, lemak trans yang tidak baik untuk kesehatan. Zat itu mampu memicu kolesterol semakin tinggi. Bahkan, jika dikonsumsi terus menerus dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan penumpukan plak di pembuluh darah arteri (aterosklerosis).

“study menunjukan 51 persen orang yang sering makan junk food lebih sering terkena depresi dibandingkan mereka yang jarang,” katanya.

Yesi menambahkan, bahan pengawet yang terdapat di dalam makanan cepat saji dapat memberi efek jangka panjang yang sangat berbahaya. Bahan pengawet tersebut dapat menumpuk di tubuh, mempengaruhi organ – organ tubuh dan bisa menumbuhkan sel-sel kanker. “Maka dari itu, sangat disarankan tidak konsumsi berlebihan. Karena kandungannya yang terdapat bahan pengawet, lemak trans itu tidak baik untuk tubuh,” tandasnya.

(rt/lai/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia