Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Nge-fly Sabu, Digerebek Pak Polisi

28 Februari 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TAK BERKUTIK: Para tersangka (baju oranye) kini ditahan di Polres Blitar Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rabu (27/2).

TAK BERKUTIK: Para tersangka (baju oranye) kini ditahan di Polres Blitar Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rabu (27/2). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA – Lima pelaku peredaran narkoba jenis sabu-sabu (SS) dibekuk Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Blitar Kota saat berpesta narkoba, Rabu (27/2). Dua di antaranya berperan sebagai pemasok SS.

 Kelimanya adalah Toni Kurniawan warga Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok; Dodo Hendrawan, warga Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sananwetan; dan Yusron Maulana, 29, warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan.

 Ada juga Deny dan Ahmad Huzaini, warga asal Kota Surabaya. "Tiga pelaku kami tangkap lebih awal. Berdasarkan informasi dari masyarakat, di rumah salah satu tersangka, Dodo sering dijadikan tempat penyalahgunaan sabu-sabu," jelas Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, Rabu (27/2).

Akibat perbuatannya itu, kelimanya kini mendekam di balik jeruji besi Mapolres Blitar Kota. Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Yakni SS seberat 0,38 gram, pipet kaca berisi sisa sabu-sabu dengan berat kotor bersama pipetnya 1,22 gram, sedotan plastik warna putih, serta botol plastik bening yang tutup botolnya berwarna hijau.

Ade menjelaskan, penangkapan terhadap tiga pelaku tersebut merupakan hasil pengembangan kasus. Awalnya polisi menggerebek sebuah rumah kosong di wilayah Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo. Di rumah itu polisi mendapati dua pelaku sedang pesta sabu alias nge-fly. "Dua pelaku itu Dodo Hendrawan dan Yusron Maulana. Keduanya menyalahgunakan narkoba di rumah Dodo," terangnya.

Dari penangkapan itu, polisi langsung menginterogasi dan mengembangkannya. Hasilnya, SS yang digunakan Dodo dan Yusron berasal dari Toni Kurniawan. Toni diketahui warga Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok.

 Setelah mendapat informasi, polisi bergerak mencari Toni. Tak berapa lama, polisi berhasil menangkap Toni. Dari pengakuan Toni, SS yang diedarkan itu berasal dari Deny. Polisi tidak berhenti dan mengembangkan kasus. "Deny itu mendapatkan SS dari Ahmad dan berhasil ditangkap semua," ungkapnya.

Hasil penyidikan, Deny dan Ahmad selama ini berperan sebagai pemasok. Sedangkan Toni, Dodo, dan Yusron sebagai pengedarnya. Total ada lima tersangka yang dibekuk polisi dari hasil pengembangan. "Peredaran narkoba itu terus kami berantas. Kami terus memburu pengedarnya," tandas perwira berpangkat dua melati ini. 

(rt/kan/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia