Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

429 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang, Dua Sekolah Tertimpa Pohon

02 Maret 2019, 22: 35: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

BERSIH=BERSIH  :  Warga, polisi, TNI, membersihkan pohon tumbang di SDN 2 Trenceng.

BERSIH=BERSIH : Warga, polisi, TNI, membersihkan pohon tumbang di SDN 2 Trenceng. (AGUS DWIYONO/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG- Jumlah kerusakan rumah akibat hujan disertai angin kencang di Kota Marmer, Jumat (1/3), terus bertambah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mencatat ada 15 desa di 7 kecamatan terdampak bencana tersebut mengakibatkan 429 rumah rusak.

Setelah kejadian, Sabtu (2/3) tampak sisa-sisa material seperti atap dan asbes yang berserakan di jalan dibersihkan warga. Termasuk di Desa Trenceng, Kecamatan Sumbergempol, pohon menimpa bangunan SDN 2 Trenceng.

Meski tidak mengalami kerusakan parah, proses pembersihan dilakukan guru, warga serta musyawarah pimpinan kecamatan   (muspika) setempat, perlu waktu lama. Sebab sekitar delapan pohon jati berada persis di samping sekolahan tumbang.

Camat Sumbergempol Galih Nusantaro mengatakan, dari beberapa desa di kecamatan setempat, Desa Trenceng mengalami kerusakan  terparah. Yakni sekitar 71 rumah mengalami rusak. “Dari jumlah tersebut kerusakan sedang dan berat. Untuk kerusakan ringan sudah diperbaiki,” ungkapnya.

Selain 71 rumah, angin kencang juga menerjang kandang, serta gudang hingga rusak. “Untuk sekolah tertimpa pohon, tidak rusak parah dan langsung dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Selain Desa Trenceng, Desa lain terdampak, yaitu Desa Sambijajar, Mirigambar, Sambidoplang. “Di Desa Mirigambar sekitar 54 rumah rusak,”ujarnya.

(rt/iyo/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia