Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Tak Punya Pekerjaan, Nekat Ecer Togel

04 Maret 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

MERESAHKAN: Sunardi, pelaku perjudian online ditunjukkan polisi ketika press.

MERESAHKAN: Sunardi, pelaku perjudian online ditunjukkan polisi ketika press. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Permasalahan ekonomi acapkali memicu orang terjerumus ke tindakan melanggar hukum. Seperti yang menimpa Sunardi, 56, warga Desa Malasan, Kecamatan Durenan. Dia kini harus menjalani hari-hari yang cukup lama di tahanan. Pria yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap tersebut terlibat tindak pidana perjudian, yakni togel online. Dari penangkapan tersebut, turut diamankan barang bukti berupa satu handphone (HP) yang digunakan untuk transaksi, uang tunai sebesar Rp 129 ribu, beberapa rekapan tombokan, serta HP untuk memesan tombokan.

Dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Trenggalek, penangkapan tersebut bermula pada Kamis (28/2/). Saat itu polisi mendapatkan informasi jika di wilayah Desa Malasan, Kecamatan Durenan, marak perjudian online tersebut. Untuk itu, polisi langsung melakukan penyelidikan guna memastikan informasi tersebut. Ternyata informasi yang diterima polisi tersebut benar dan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. “Kami tidak tergesa-gesa dalam melakukan penangkapan. Sebab, ingin menangkap basah ketika pelaku beraksi,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Dia melanjutkan, dengan terus melakukan penyelidikan, akhirnya polisi mendapatkan informasi bahwa di hari itu sekitar pukul 15.30 pelaku akan beraksi. Tidak menunggu lama, polisi langsung bergegas ke kediaman pelaku. Ternyata, sesampainya di lokasi, polisi mendapati pelaku telah merekap tombokan dan langsung meringkusnya. “Karena tertangkap tangan, pelaku tidak bisa mengelak lagi semua tuduhan,” katanya.

Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku mengaku setiap ada pelanggan yang datang, dia langsung menerima tombokan yang diberikannya dan mencatatnya. Uang tombokan tersebut nantinya disetorkan langsung ke seorang bandar yang kini dalam pencarian Polres Trenggalek. Akibat tindakannya tersebut, nantinya pelaku terancam pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Kami akan terus berupaya untuk menangkap bandar besarnya agar perjudian ini dapat ditumpas dari Trenggalek,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku Sunardi enggan menjawabnya panjang lebar. Dirinya hanya mengaku nekat berjualan togel karena terhimpit kebutuhan ekonomi sehari-hari akibat tidak memiliki pekerjaan tetap. “Saya bukan bandar besar, hanya pengecer saja,” akunya.

(rt/zak/rak/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia