Selasa, 18 Jun 2019
radartulungagung
icon-featured
Sports

Yoga Terapi Dapat Sembuhkan Skoliosis

05 Maret 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

CEGAH SKOLIOSIS: Sejumlah wanita ketika ikut kelas yoga di salah satu sanggar.

CEGAH SKOLIOSIS: Sejumlah wanita ketika ikut kelas yoga di salah satu sanggar. (ASTINAWATI FOR RATU)

YOGA merupakan salah satu olahraga yang populer. Jika sebelumnya yoga kerap dikenal sebagai olahraga meditasi, kini juga dipercaya dapat membakar kalori, melawan stres, bahkan baik untuk mencegah berbagai gangguan kesehatan lain. Olahraga itu diyakini dapat menyehatkan tubuh dan pikiran ini, salah satunya sembuhkan penderita skoliosis. Atau kondisi tulang belakang yang bengkok ke samping.

Memiliki tubuh sehat dan bugar tentu menjadi dambaan setiap orang, tak terkecuali kaum hawa. Namun, gangguan pada tulang belakang seperti skoliosis tentu dapat menjadi permasalahan bagi kesehatan. Skoliosis adalah kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping kiri maupun ke samping kanan. Meski tidak berbahaya, diperlukan perawatan dan terapi agar kondisi tulang tidak bertambah buruk.

Melalui yoga terapi, dapat membantu mengembalikan posisi tulang pada bentuk normal.

Salah satu instruktur yoga di Tulungagung, Astinawati membenarkan hal itu. Dia menjelaskan, pada dasarnya yoga merupakan olahraga tubuh dan pikiran. “Olahraga ini memadukan antara unsur raga dan jiwa,” jelasnya Sabtu (2/3).

Nina, sapaan akrabnya menuturkan, yoga terapi merupakan yoga yang dikhususkan untuk penyembuhan dan pencegahan suatu penyakit. Terutama yang berkaitan dengan otot, tulang saraf, dan juga organ tubuh. Yoga terapi menjadi penting karena dapat membuat pikiran lebih rileks. Jika pikiran rileks, otomatis organ-organ tubuh pun dapat bekerja secara baik. “Titik utama yoga itu kan untuk menekan stres. Jika sudah merasa stres, bukan tidak mungkin dapat menimbulkan gangguan kesehatan lain,” ungkapnya.

(rt/nda/did/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia