Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Banjir Warnai Sejumlah Wilayah Trenggalek Saat Musim Hujan

05 Maret 2019, 16: 15: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BELUM SEMUA: Saluran di depan gereja Surodakan ini merupakan salah satu saluran yang rencananya bakal dinormalisasi tahun ini.

BELUM SEMUA: Saluran di depan gereja Surodakan ini merupakan salah satu saluran yang rencananya bakal dinormalisasi tahun ini. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Seperti yang telah diberitakan sebelumnya terkait banjir di sejumlah titik yang menggenangi Trenggalek, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Mohammad Soleh mengakui, banjir selalu mewarnai sejumlah wilayah di Trenggalek saat musim hujan. Pihaknya pun mengaku ada beberapa kegiatan yang diyakini bisa mengurangi dampak meluapnya air ke permukiman masyarakat. Salah satunya dengan normalisasi saluran. “Tahun ini kita akan normalisasi sejumlah saluran. Misal yang ada di depan gereja di Kelurahan Surodakan,” katanya kepada kepada Koran ini, Senin (4/3).

“Untuk anggaran normalisasi atau rehab saluran saya gak ingat, tapi itu dilelangkan,” imbuhnya

Terkait air yang biasanya menggenang di seputaran Jalan Panglima Sudirman, dia menilai itu disebabkan persoalan saluran drainase di lokasi tersebut. Untuk penanganannya, Soleh mengaku akan koordinasi dengan dinas perumahan kawasan permukiman dan lingkungan hidup (PKPLH).

Saat disinggung mengenai sejumlah titik lain, semisal di Kelurahan tamanan ataupun jalan kabupaten di Desa Ngares yang sering kali terendam, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak di lokasi ini. Itu karena permukiman atau jalan di lokasi ini terpaut lebih rendah dari daerah lainnya. Akibatnya, saat datang hujan dengan intensitas tinggi, area ini akan digenangi air. Baik itu luapan dari sungai maupun saluran-saluran yang ada di sekitarnya. “Kalau untuk lokasi itu, kita tidak bisa. Sebab, sungai kewenangannya BBWS. Namun akan kami koordinasikan dengan BBWS, ” tuturnya.

Menurut dia, peningkatan jalan juga tidak akan menjadi solusi. Sebab, air tersebut justru akan memenuhi rumah-rumah di sekitar lolasi tersebut. “Kalau jalan ditinggikan, ya airnya malah masuk rumah warga,” imbuhnya.

(rt/muh/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia