Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Sempat Gagal, Tahun Ini Jadi Bangun Fiber Optik Senilai Rp 10 Miliar

05 Maret 2019, 17: 23: 22 WIB | editor : Didin Cahya FS

BERBRENAH :   Jaringan fiber optik juga akan berdampak pada akses internet dan  CCTV di persimpangan. Salah satunya kamera CCTV di simpat tiga Herlingga, Selasa (5/3).

BERBRENAH : Jaringan fiber optik juga akan berdampak pada akses internet dan CCTV di persimpangan. Salah satunya kamera CCTV di simpat tiga Herlingga, Selasa (5/3). (MUHAMMAD SUBCHAN/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA - Akses internet di Kota Blitar bakal semakin lancar. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berencana membangun jaringan fiber optik tahun ini. 

Pembanguan jaringan internet itu ditargetkan dimulai pada April mendatang. Proyek tersebut merupakan proyek gagal lelang pada 2018. Memang sebelumnya, proyek tersebut dikerjakan pada tahun lalu. "Tetapi karena terkendala aturan baru, makanya dilanjutkan tahun ini. April diharapkan bisa langsung dibangun," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar M. Aminurcholis  Selasa (5/3). 

Nurcholis mengatakan, proyek jaringan fiber optik saat ini sedang proses tender. Ditargetkan April sudah ada pemenangnya dan sudah mulai bisa dikerjakan. "Targetnya April bisa segera dibangun. Anggaran juga sudah siap sekitar Rp 10 miliar," katanya. 

Sesuai perencanaan, ada 131 titik yang akan dibangun serat optik. Itu sesuai kilometer yang sudah ditentukan oleh tim ahli. Dinas nanti juga menggandeng pihak ketiga guna memperlancar proses pembangunan. "Sesuai perencanaan itu, target selesai tiga bulan," ujar pria ramah ini. 

Harapannya, fiber iptik itu sebagai salah satu infrastruktur milik Kota Blitar yang membantu dalam pengembangan teknologi dan informasi (IT). Terutama untuk membantu dalam menjalankan sejumlah program pemerintahan yang kini berbasis IT. "Saat ini kan ada program SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) dari pemerintah pusat sehingga ini (fiber optik) juga bisa membantu jaringannya bisa semakin baik dan cepat," katanya. 

Dengan adanya jaringan fiber optik tersebut, maka jalannya sistem pemerintahan berbasis elektronik itu semakin lancar. Tidak ada lagi kendala jaringan seperti lemot hingga ngadat. "Pengiriman data bisa cepat dan juga akses internetnya," ujar Nurcholis. 

Selain itu, adanya jaringan fiber optik yang dibangun sendiri itu juga bisa berdampak pada teknologi lainnya. Misalnya camera circuit closed television (CCTV) yang dipasang tiap persimpangan jalan protokol Kota Blitar dan akses komunikasi berupa internet bagi masyarakat. 

Di samping membangun jaringan fiber optik, dinas juga membangun fasilitas pendukung lainnya. Yakni seperti ruang command center atau pusat komando dan sejumlah ruang server. "Ini sudah kami siapkan semua. Nanti dipusatkan di kantor Diskominfotik. Untuk tenaga sudah siap karena baru ada perekrutan CPNS. Tenaganya kompeten dibidang IT," tandasnya. 

(rt/abd/kan/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia