Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Waspada Longsor Susulan di KM 16-17

Jalur Sempat Ditutup 10 Jam

06 Maret 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TETAP HATI-HATI: Proses pembersihan material longsor di KM 16,7 masuk Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, yang sempat membuat arus ditutup total.

TETAP HATI-HATI: Proses pembersihan material longsor di KM 16,7 masuk Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, yang sempat membuat arus ditutup total. (POLSEK TUGU FOR RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Jalur Trenggalek-Ponorogo tepatnya di KM 16 dan 17, masuk Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu sempat ditutup sekitar 10 jam. Mulai pukul 19.00 sampai 04.00. Pasalnya, Senin (4/3) lalu sekitar pukul 19.00, terjadi longsor setelah diguyur hujan. Namun setelah longsoran tersebut dibersihkan, kini lalu lintas di jalur itu kembali normal.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, longsoran di KM 16 dan 17 itu bermula dari hujan mengguyur wilayah tersebut mulai pukul 18.30 hingga 21.00. Diduga karena tingginya curah hujan yang mengguyur, tebing setinggi sekitar 10 meter di atas jalan tersebut longsor dan menutupi bahu jalan. Material longsor berupa batuan besar dan tanah menutup bahu jalan dengan panjang sekitar dua meter. “Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami langsung turun ke lokasi untuk meninjaunya,” ungkap Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto.

Dia melanjutkan, sebenarnya material longsor di lokasi tidak banyak seperti longsor sebelumnya dan masih ada separo bahu jalan bisa dilalui. Namun, kala itu kondisi di lokasi masih turun hujan. Kemungkinan longsor susulan masih mungkin terjadi. Ditambahkan, kondisi di lokasi berada di tikungan dan tanpa penerangan sehingga petugas atau pengguna jalan kesulitan mengamati kondisi tebing. “Karena itu, untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan, kami memutuskan jalur tersebut ditutup total sementara waktu hingga kondisi memungkinkan untuk dilalui,” katanya.

Setelah penutupan sekitar 9-10jam, keesokan harinya (kemarin, 5/3, Red) usai hujan reda dan diprediksi tidak ada longsor susulan sekitar pukul 04.00, jalur bisa dilalui dengan sistem buka tutup. Itu dilakukan untuk mengurangi antrean kendaraan. Sebelum proses evakuasi yang rencananya dilakukan sekitar pukul 08.00.

Sedangkan, proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan satu unit alat berat berupa loader. Kurang dari 30 menit setelah proses pembersihan longsor, jalur kembali lancar. Kendati demikian, pengguna jalan diimbau agar jangan memaksa melalui daerah tersebut jika turun hujan. Sebab, wilayah tersebut masih longsor sehingga longsor bisa setiap saat terjadi. “Intinya jangan memaksa lewat jalur ini jika ragu-ragu dan turuti imbauan petugas juga ada penutupan jalur,” jelas Bambang.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Selasa (5/3) bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Kembangan, Kecamatan Pule. Karena hujan lebih dari tiga jam, tebing dengan panjang 10 meter, lebar enam meter, dan tinggi 13 meter, longsor. Akibatnya, menutup separo bahu jalan di lokasi. “Ini merupakan longsor susulan yang terjadi pada Sabtu (2/3) lalu dan kami telah melakukan tindakan kedaruratan di wilayah tersebut dengan membersihkan material secara gotong royong dengan masyarakat dan instansi lain,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Djoko Rusianto.

(rt/zak/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia