Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Lubang Berteberan di Jalur Nasional, Tambal Sulam Mulai Dilakukan

06 Maret 2019, 20: 15: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BERTAHAP: Pekerja BBPJN 8 sedang menambal aspal berlubang di Jalan Panglima Sudirman yang menjadi salah satu jalur utama di Kota Marmer, Selasa (5/3).

BERTAHAP: Pekerja BBPJN 8 sedang menambal aspal berlubang di Jalan Panglima Sudirman yang menjadi salah satu jalur utama di Kota Marmer, Selasa (5/3). (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) 8 memiliki pekerjaan tidak sedikit di Kota Marmer. Sebab, di ruas jalan yang menghubungkan antarkabupaten ini, banyak ditemukan lubang menganga dengan diameter maupun kedalaman beragam. Alhasil, mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Riski, warga Trenggalek yang sering bepergian ke Tulungagung mengatakan, kondisi jalan nasional di Kota Marmer tak semuanya mulus. Bahkan bisa dikatakan mirip jalur off road lantaran banyak lubang bertebaran. Jadi bisa mengurangi kenyamanan pengguna jalan. "Sekarang tidak nyaman melintas jalur tersebut," katanya Selasa (5/3).

Menurut dia, kerusakan jalan terparah berada di Kecamatan Gondang. Di setiap sudut jalan menghubungkan Tulungagung-Trenggalek itu ditemukan kerusakan merata. Jika pengendara tidak waspada dan berhati-hati, bisa terjerembap jatuh. Apalagi tak sepanjang jalur itu memiliki penerangan memadai. "Paling rawan adalah saat malam, ada beberapa sisi jalan yang gelap karena penerangan jalan belum begitu memadai. Berharap pihak terkait bisa segera melakukan perbaikan," jelasnya.

Sementara itu, PPK Jalur Kertosono-Kediri-Tulungagung-Jarakan (Trenggalek), Sudibya Wignyajaya membenarkan jika pihaknya menurunkan tim untuk perbaikan. Terutama untuk melakukan penambalan di sejumlah titik dengan lubang yang dalam dan berpotensi bahayakan pengguna jalan yang melintas. "Sejak Senin (4/3), tim sudah berada di Tulungagung melakukan penambalan," katanya.

Dibya, sapaan akrabnya menambahkan, penambalan jalan menjadi bagian dari sistem long segment yang selama ini diterapkan. Secara berkesinambungan, perbaikan jalan terus dilakukan hingga kontrak kerja berakhir pada 31 Desember mendatang. Jika ditemukan kerusakan atau bagian jalan berlubang parah, tentu bakal segera diperbaiki. "Pekerjaan terus dilakukan hingga penghujung tahun anggaran, sesuai kontrak kerja yang telah digariskan," tandasnya.

Dia tidak memungkiri, curah hujan beberapa waktu belakangan ini berpengaruh pada munculnya kerusakan jalan. Sebab, lapisan aspal rentan terkelupas jika ada genangan air muncul. Jadi harus tanggap lakukan perbaikan jika timbul kerusakan. "Untuk ruas jalan lain yang masuk peta pengelolaan kami, akan diperbaiki secara bertahap," tandasnya.

Sekadarmengingatkan, BBPJN 8 menyediakan anggaran sekitar Rp 31,5 miliar untuk perbaikan jalur Kertosono-Kediri-Tulungagung-Jarakan(Trenggalek) dari APBN 2019. Anggaran ini untuk memperbaiki jalur yang mengalami kerusakan hingga penghujung 2019 mendatang.

(rt/rak/did/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia