Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

SAR Bujuk Warga untuk Ngungsi, Buka Dua Dapur Umum

08 Maret 2019, 13: 35: 59 WIB | editor : Retta wulansari

KERJA KERAS: Tim SAR sedang mengevakuasi satu keluarga yang terjebak banjir.

KERJA KERAS: Tim SAR sedang mengevakuasi satu keluarga yang terjebak banjir. (DHARAKA R. PERDANA/RADAR TRENGGALEK)

Sementara itu terkait banjir yang melanda sejumlah kawasan di Trenggalek seperti yang telah diberitakan sebelumnya, tingginya genangan air di Dusun Grojogan, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan membuat sebagian warga terpaksa mengungsi di pendapa Kecamatan Pogalan yang juga didirikan dapur umum. Kendati demikian, hingga pukul 10.00, Kamis (7/3) baru sebagian kecil yang berkenan mengungsi. Selebihnya memilih bertahan di rumah masing-masing. “Sebagian warga sudah mengungsi ke sini,” kata Camat Pogalan Puguh Supardijanto.

Namun, pada pukul 17.46 pengungsi di pendapa Kecamatan Pogalan yang totalnya ada 25 warga, sudah kembali ke rumah masing-masing. Karena air sudah surut.

Menurut dia, mayoritas yang mengungsi adalah kaum wanita, anak-anak, maupun berusia lanjut. Semua mulanya enggan mengungsi dan memilih bertahan. Namun ada yang berkenan mengungsi setelah melihat air semakin tinggi dan minta dijemput tim SAR dengan perahu karet. “Tim SAR yang menjemput warga yang ingin mengungsi,” tambahnya.

Yoni Fahriza, Dan Ops Pos SAR Trenggalek mengatakan, pihaknya memang sudah berusaha membujuk warga agar berkenan mengungsi. Namun ternyata tak semuanya mau meskipun sudah dibujuk untuk dijemput. Padahal rumah warga ada yang sudah terendam hingga nyaris seleher orang dewasa. “Kami bahkan sampai dua kali melakukan upaya penjemputan, meskipun akhirnya banyak yang enggan meninggalkan sementara rumah mereka,” jelasnya.

Untuk proses evakuasi sendiri, Tim SAR sejak Rabu malam sudah menyediakan dua perahu karet berikut personel yang siap sedia melakukan penyelamatan. “Warga Dusun Grojogan yang berkenan mengungsi, langsung kami antar ke kantor kecamatan,” imbuhnya.

Sebelumnya, tim SAR gabungan juga sudah mengevakuasi warga Kelurahan Tamanan dan Kelutan. Di mana pada awal peristiwa banjir, kedua wilayah itu memang terhitung paling parah, karena ketinggian air bisa mencapai 1,5 meter.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ratna Sulistyowati mengatakan, untuk membantu para pengungsi maupun warga terdampak banjir, pihaknya sudah membuka dua dapur umum. Satu di kantor Dinsos P3A dan kantor Kecamatan Pogalan. “Sampai kapan aktivitas dapur umum menunggu penetapan darurat bencana dari Bapak Plt Bupati. Sehingga melihat situasi dan kondisi di lapangan,” terangnya.

(rt/rak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia