Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Pipa PDAM Tersumbat, Distribusi Air ke 9 Ribu Pelanggan Tersendat

08 Maret 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com)

TULUNGAGUNG – Tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Marmer sejak Rabu (6/3) sore hingga Kamis (7/3) membuat pipa transmisi milik perusahaan air minum daerah (PDAM) Tirta Cahya Agung di Desa/Kecamatan Pagerwojo tersumbat. Akibatnya, aliran air ke pelanggan mengalami gangguan. Dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Pjs direktur PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung, Windu Bijantara membenarkan kejadian ini. “Iya tersumbat karena banyaknya material yang terbawa arus saat aliran air deras jadi menyumbat pipa kami,” jelasnya Kamis (7/3).

Tingginya curah hujan mengakibatkan sampah-sampah di sungai kerap terbawa arus hingga menyumbat pipa. Dampaknya sekitar 9 ribu pelanggan sempat mengalami gangguan aliran air. Terutama bagi pelanggan di wilayah utara, yakni Kecamatan Tulungagung.

Pria ramah ini menjelaskan sebenarnya penyumbatan pipa dapat ditangani dalam waktu tiga jam. Namun derasnya aliran sungai dan tingginya curah hujan menjadi kendala dalam proses pembersihan. “Mulai tersumbat sekitar pukul 2 dini hari, namun aliran yang masih cukup deras sehingga dapat ditangani pukul 6 pagi,” terangnya. 

Windu mengaku, peristiwa semacam ini kerap terjadi. Terlebih ketika hujan pertama atau ketika curah hujan sedang tinggi. Untuk mengatasi peristiwa ini,  sejumlah petugas pun dikerahkan untuk pembersihan sejak pagi. Namun lantaran proses pembersihan yang bersamaan dengan terjadinya beban puncak air, membuat aliran air kecil bahkan mati di beberapa wilayah. Beban puncak adalah ketika banyak pelanggan yang menggunakan air. “Ketika tersumbat, penanganan sedikit terlambat karena kondisi cuaca,ditambah dengan beban puncak air. Jadi aliran kecil bahkan mati,”tandasnya.

Tersumbatnya pipa PDAM ini membuat tekanan air turun pada angka 0,4 atmosfer (atm). Namun pria ramah ini mengungkapkan menginjak jam beban puncak selesai, tekanan air berangsur-angsur naik. Ini dikarenakan cadangan air mulai terisi, dan pengguna tidak sebanyak sebelumnya. Windu menuturkan pembersihan pipa selalu rutin dilakukan setiap hari. Namun tingginya curha hujan yang berpotensi mengakibatkan banjir membuat material-material besar kerapkali ikut terbawa arus. Sehingga dapat menyumbat pipa.

(rt/nda/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia