Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Intensitas Hujan Tinggi Akibatkan Sebagian Infrastruktur Jalan Rusak

09 Maret 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SUDAH BERSIH: Disdikpora, satpol PP, dan berbagai pihak kerja bakti pembersihan material banjir di SDN 2 Ngadirenggo, Jumat (8/3).

SUDAH BERSIH: Disdikpora, satpol PP, dan berbagai pihak kerja bakti pembersihan material banjir di SDN 2 Ngadirenggo, Jumat (8/3). (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Hujan dengan intensitas tinggi Rabu (6/3) lalu, selain membuat rumah warga terkena longsor dan kebanjiran, juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Salah satunya trotoar dan pembatas Jalan Soekarno-Hatta. Komponen jalan sepanjang 100 meter tersebut ambruk. Sedangkan paving trotoar lepas terbawa derasnya arus di area tersebut.

Meski demikian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muhammad Sholeh mengaku belum mengetahui infrastruktur mana saja yang rusak. “Kalau kerusakan infrastruktur jalan, kami belum dapat laporan. Ini masih menunggu petugas yang melakukan inventarisasi,” ungkapnya Jumat (8/3).

Ketika ditanya untuk trotoar dan pembatas jalan, Sholeh mengatakan, itu menjadi kewenangan Dinas perumahan kawasan permukiman dan lingkungan hidup (DPKPLH). Sedangkan, PUPR seputar jalan kabupaten, jembatan, dan beberapa saluran pembuangan. Pihaknya tak keberatan memperbaiki jika ada sarana infrastruktur di bawah kewenanganannya rusak. “Secepatnya kami inventarisasi mana saja yang butuh perbaikan,” tutur pejabat yang huniannya juga terdampak luapan Sungai Ngasinan ini.

Sementara itu, Komisi III DPRD Trenggalek berharap pemerintah bekerja cepat dalam menangani dampak banjir ini. Artinya, segera inventarisasi aset daerah berupa infrastruktur yang rusak secara menyeluruh. Agar bisa diambil kebijakan mempertimbangkan ketersediaan anggaran yang ada. “Inventarisasi harus secepatnya, yang terdampak banjir itu apa saja,” tegas Muhammad Hadi, Sekretaris Komisi III DPRD.

Dia mengungkapkan, setiap tahun pemerintah daerah selalu memberikan porsi khusus untuk anggaran tak terduga. Tahun ini, ada lebih dari Rp 10 miliar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang disisihkan khusus untuk belanja tak terduga ini. Duit tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengakomodasi kegiatan atau peristiwa-peristiwa kebencanaan yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Namun, sebelum itu ada beberapa hal yang musti diperhatikan sebelum memanfaatkan anggaran tersebut. Misal, dibutuhkan pernyataan status kebencanaan dari kepala daerah. “Aturannya memang seperti itu. Harus ada semacam SK yang menyatakan status bencana alam agar bisa memanfaatkan anggaran itu,” katanya.

Untuk saat ini, pihaknya juga mengaku belum ada data mengenai kerusakan akibat kebencanaan. Artinya, data yang secara rinci seputar kerusakan-kerusakan sebagai dampak musibah banjir ini. Terutama dalam bidang infrastruktur, baik itu jalan jembatan ataupun yang lain. “Makanya harus segera diinventarisasi agar cepat penanganannya,” ulangnya.

(rt/muh/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia