Selasa, 16 Jul 2019
radartulungagung
icon-featured
Ekonomi

Usaha Madu Makin Legit, Omzet Bisa Rp 20 Juta per Panen

10 Maret 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BERKHASIAT UNTUK KESEHATAN: Sarang madu berpeluang menjadi bisnis menjanjikan.

BERKHASIAT UNTUK KESEHATAN: Sarang madu berpeluang menjadi bisnis menjanjikan. (SITI NURUL LAILIL M, MANAR ARUNA IRANI FOR RATU)

TULUNGAGUNG – Madu, salah satu makanan tambahan yang banyak digemari masyarakat. Selain karena rasanya yang manis, juga memiliki manfaat yang banyak. Tak heran, madu ini memberikan peluang usaha yang cukup menjanjikan, baik bagi peternak maupun penjualnya. Ditambah khasiatnya yang baik untuk kesehatan, membuat jumlah permintaan terhadap produk madu semakin meningkat setiap tahun.

Seperti yang dirasakan Manar Aruna Irani, seorang pelaku usaha madu. Dia mengatakan, peluang bisnis madu sangat besar dan sangat menjanjikan. Baik itu menjual produk berupa madu ataupun sarang madu. Selain karena rasanya enak dan manis, madu ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Tak ayal, permintaan pun sangat banyak.

Bahkan, Aruna mengaku omzetnya hingga Rp 20 juta per panen. Panen lebah biasa dilakukan dua minggu sekali. "Permintaan cukup banyak. Dulu hanya modal Rp 500 ribu. Kini setiap panen, kami bisa menjual hingga 500 boks sarang dan puluhan botol madu," kata owner Bee Madu Sarang ini.

Aruna mengatakan, selain madu, sarang tawon juga cukup digemari. Terlebih banyak manfaat yang didapat dari sarang madu atau tawon tersebut. Apalagi sarang itu mengandung empat zat penting untuk kesehatan. Yakni bee pollen yang mampu mengurangi alergi terhadap apapun; royal jelly yang mampu memenuhi asupan gizi dosis tinggi (makanan dari ratu dan bayi lebah, Red); propolis yang mampu memperbaiki sel dan membersihkan racun, tumor, dan kanker dalam tubuh; dan madu yang memiliki kandungan terlengkap dan sangat baik untuk kesehatan dan stamina maupun imun tubuh. "Kalau madu, manfaatnya juga banyak. Yakni sebagai antijamur, virus, dan bakteri serta sebagai antioksidan. Juga menstimulasi sistem imun, menghentikan aktivitas peradangan, membantu regenerasi hati (hepatitis), menormalkan insulin tubuh (diabetes), dan masih banyak lainnya," jelasnya.

Aruna melanjutkan, madu maupun sarang madunya bisa dikonsumsi semua kalangan. Kecuali bayi di bawah satu tahun. Sebab, bayi berusia di bawah 1 tahun belum memiliki saluran pencernaan yang matang sehingga belum dapat mencegah tumbuhnya bakteri jahat dalam usus. "Memang madu merupakan tambahan makanan alami yang mengandung banyak manfaat. Namun, pemberian madu pada bayi sebelum usia satu tahun dapat membahayakan kesehatannya. Sebab, madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan penyakit jika bayi menelannya. Oleh karena itu, jangan memberikan madu pada bayi yang belum berusia satu tahun," terangnya.

Untuk harga, Aruna mematok harga tidak terlalu mahal karena dia mendapatkan langsung madu tersebut dari peternak. Madu dijual mulai harga Rp 40 ribu, Rp 70 ribu, hingga ratusan ribu, tergantung ukuran botol dan jenis lebahnya. Sedangkan sarang madu, mulai harga Rp 70 ribu untuk ukuran 250 gram hingga dijual ratusan ribu tergantung ukuran dan jenis lebahnya. "Madu jenis lebah hutan itu lebih mahal harganya," tambahnya.

Pelaku usaha madu, Muhammad Imam Muzadi menjelaskan, pemasaran madunya dilakukan melalui offline maupun online. Seperti memanfaatkan media sosial (medsos) Instagram. Hasilnya, membuat permintaan madu dan sarang madu cukup banyak. Untuk memenuhi pasar, membuatnya mengambil peternak lebah di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Pemasaran juga harus semenarik mungkin. Sebab, penjual madu seperti saya cukup banyak. Selain punya gerai yang mampu memberi peluang pekerjaan bagi orang lain, kami sendiri biasanya tawarkan melalui online," tandasnya.

(rt/lai/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia