Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Melihat KBM di SDN 2 Ngadirenggo Pascaterendam Banjir (1)

10 Maret 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

ISTIRAHAT SEJENAK: Siswa SDN 2 Ngadirenggo usai bekerja bakti membersihkan sekolahnya dari material lumpur, Jumat (8/3).

ISTIRAHAT SEJENAK: Siswa SDN 2 Ngadirenggo usai bekerja bakti membersihkan sekolahnya dari material lumpur, Jumat (8/3). (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Musibah banjir di Kota Keripik Tempe pada Kamis (7/3) lalu, tak hanya membuat rumah warga tergenang. Namun juga merendam sejumlah ruang kelas. Salah satunya di SDN 2 Ngadirenggo yang merupakan sekolah terparah di antara sekolah lain yang tergenang banjir. Untuk itu, Jumat (8/3) kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah itu terpaksa dihentikan guna membersihkan ruangan kelas dan halaman sekolah.

ZAKI JAZAI

“Ayo cepat-cepat, jangan bermain air saja, keburu waktu salat Jumat,” seruan seperti itulah yang dilontarkan beberapa guru SDN 2 Ngadirenggo ketika memberi arahan para muridnya untuk membersihkan ruang kelas dan halaman sekolah. Ya, kendati kemarin waktunya pelajaran seperti biasa, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek terpaksa memberikan dispensasi terhadap sekolah yang tergenang banjir untuk meniadakan KBM dan diganti dengan kerja bakti membersihkan area sekolah.

Tak ayal, sejak pagi saat jam pelajaran dimulai sekitar pukul 07.00, seluruh warga sekolah mulai dari murid, guru, dan kepala sekolah bekerja bakti membersihkan sekolah dari material banjir berupa lumpur. Pembersihan itu dimulai dengan mengoperasikan mesin pompa air dan menyemprotkannya ke ruang kelas. Setelah itu, ruangan kelas tersebut langsung dipel sampai bersih. Terlihat keakraban antara guru dan murid yang bersama-sama silih berganti melakukan pembersihan. Tak ketinggalan, ketika proses pembersihan tersebut, ada beberapa siswa juga membawa keluar buku sekolah yang terendam air yang kemudian dibersihkan dari lumpur dan selanjutnya dijemur.

Baru sekitar pukul 08.30, tim gabungan dari satuan polisi pamong praja (satpol PP), disdikpor, TNI, dan polisi, datang ke wilayah tersebut untuk membantu proses pembersihan. Berselang sekitar 30 menit, disusul dua unit armada pemadam kebakaran (damkar) dan satu unit water supply datang untuk membantu pembersihan material lumpur yang ada di halaman sekolah. ”Sekolah kami kemarin (Kamis, 7/3, Red) terendam banjir. Makanya kini tidak ada pelajaran dan digantikan dengan bersih-bersih,” ungkap salah satu siswa kelas VI SDN 2 Ngadirenggo, Danta Vioyoga Pratama.

(rt/zak/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia