Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Melihat KBM di SDN 2 Ngadirenggo Pascaterendam Banjir (2)

10 Maret 2019, 02: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

ISTIRAHAT SEJENAK: Siswa SDN 2 Ngadirenggo usai bekerja bakti membersihkan sekolahnya dari material lumpur, Jumat (8/3).

ISTIRAHAT SEJENAK: Siswa SDN 2 Ngadirenggo usai bekerja bakti membersihkan sekolahnya dari material lumpur, Jumat (8/3). (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Musibah banjir di Kota Keripik Tempe pada Kamis (7/3) lalu, tak hanya membuat rumah warga tergenang. Namun juga merendam sejumlah ruang kelas. Salah satunya di SDN 2 Ngadirenggo yang merupakan sekolah terparah di antara sekolah lain yang tergenang banjir. Untuk itu, Jumat (8/3) kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah itu terpaksa dihentikan guna membersihkan ruangan kelas dan halaman sekolah.

ZAKI JAZAI

Otomatis, musibah banjir tersebut sangat mengganggu persiapan menghadapi ujian sekolah berbasis nasional (USBN) yang berlangsung sekitar akhir April mendatang. Apalagi, sebenarnya saat ini merupakan jadwal ujian tengah semester (UTS). Dengan kegiatan bersih-bersih tersebut, dirinya dan puluhan teman-temannya harus menunda mengerjakan soal UTS. Sebab, keadaan sekolah kini tidak memungkinkan untuk pelaksanaan. “Terpenting patuh saja akan kebijakan yang diambil sekolah. Lagipula dengan tidak adanya pelajaran, kami bisa melepas kebosanan belajar dengan bermain air,” ujarnya.

Hal sama juga diceritakan oleh Nofri Setiawan, salah satu siswa lainnya. Dia menambahkan, sebenarnya sebelum bekerja bakti membersihkan sekolah, dirinya terlebih dahulu membersihkan rumahnya dari material lumpur yang dibawa banjir. Sama seperti siswa lainnya, banjir tersebut masuk ke dalam rumahnya dan merendam beberapa perabotan rumah yang belum bisa diselamatkan termasuk buku pelajaran yang digunakan di sekolah. “Sebenarnya saya capek karena baru selesai membantu orang tua bersih-bersih rumah. Namun karena jadwalnya masuk sekolah, saya bersama teman-teman masuk dan membantu bersih-bersih,” imbuhnya.

Karena ada buku yang terendam air, sementara waktu dirinya tidak bisa belajar mata pelajaran tersebut. Untuk itu, sebelum berangkat ke sekolah untuk bekerja bakti, terlebih dahulu dirinya menjemur buku-buku tersebut yang sebelumnya telah dibersihkan. Tujuannya, agar buku itu langsung bisa kering dan dapat digunakan belajar. “Karena pelaksanaan UTS hari ini (kemarin, Red) ditunda, saya harus belajar lagi guna mempersiapkannya. Semoga saja buku itu kering dan bisa digunakan untuk belajar lagi,” jlentrehnya.

(rt/dre/zak/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia