Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Pembudi Daya Ikan Rugi Rp 1,3 M Akibat Terjangan Banjir

11 Maret 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MELUAP : Banjir di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, merupakan kawasan terparah.

MELUAP : Banjir di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, merupakan kawasan terparah. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG – Banjir yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Tulungagung Kamis (7/3) lalu ternyata tidak hanya berimbas pada petani dan warga, tapi juga pembudi daya ikan air tawar. Bahkan, potensi kerugian pembudi daya ikan secara keseluruhan mencapai sekitar 1 milar rupiah lebih. Hal itu diungkapkan Kasi Pengelolaan dan Sarana Prasarana Budi Daya Dinas Perikanan Tulungagung, Andra Rejekining Rahayu, Senin (11/3).

Menurut Andra, pendataan kolam ikan terdampak banjir mulai Rabu (6/3) sampai Sabtu (9/3) kemarin. Dari data yang terkumpul, tercatat sekitar 382.500 ekor terdampak banjir yang meluber atau lepas dari kolam. “Mereka yang terdampak berada di Boyolangu, Kalidawir, dan Rejotangan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dampak banjir di Kecamatan Boyolangu, khususnya Desa Waung, Moyoketen, Gedang Sewu, dan Ngranti seluas 3.442 meter persegi. Jika diperinci, ikan patin 45.000 ekor, gurami 1.676 ekor, dan lele 907 ekor yang terdampak banjir. Sedangkan total kerugian di kecamatan itu sejumlah Rp 871.750.000.

Di Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, ikan terdampak banjir sekitar 16.000 ekor gurami. Dengan total kerugian Rp 259.200.000. Untuk di Desa Ngubalan, seluas 1.120 meter persegi. Ikan yang terdampak banjir yakni lele 1.080 ekor dan gurami 2.000 ekor. Total potensi kerugian sekitar Rp 201.412.500. “Potensi kerugian pembudi daya ikan total kurang-lebih Rp 1,3 milar,” jelasnya.

Wanita berhijab itu menambahkan, pendataan juga memperhitungkan tingkat stres ikan dan aspek yang lain. Pasalnya, tak menutup kemungkinan banjir akibatkan ikan stres sehingga tak mau makan dan mati. Apalagi, jenis ikan lele yang punya sifat ingin tahu. Jadi saat banjir meluberkan kolam, sudah dipastikan mayoritas ikan lepas. “Berbeda dengan ikan patin, lebih betah di kolam,” katanya.

Kendati demikian, realisasi ganti rugi pembudi daya ikan kini masih diproses. Menunggu Senin (11/3), akan dirapatkan dengan dinas perikanan provinsi dan juga Plt bupati. “Kita buatkan. Semoga saja berbuah manis,” tuturnya.

Di lain pihak, Siswanto, pembudi daya ikan tawar mengatakan, 80 ribu benih gurami miliknya yang berhasil diselamatkan sekitar 30 persen. “Yang lain ikut terseret banjir,” kata warga Dusun Kalituri, Desa Waung, Kecamatan Boyolangu.

(rt/pur/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia