Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

2.588 Ekor Unggas Mati Akibat Banjir Terjang Tulungagung

11 Maret 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MELUAP : Banjir di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, merupakan kawasan terparah.

MELUAP : Banjir di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, merupakan kawasan terparah. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG- Banjir yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Tulungagung Kamis (7/3) lalu ternyata tidak hanya berimbas pada petani dan warga, tapi juga peternak. 

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Drh Wemmi Niamawati mengatakan, kematian ternak hewan besar di Tulungagung nihil. Namun kematian hewan unggas di kabupaten ini sejumlah 2.588 ekor.

Dia menambahkan, langkah yang kini agar hewan besar agar tak kena penyakit, yakni memberi vitamin. Selain itu, peternak juga sudah dibantu pakan, seperti makanan hijau.

Seperti diberitakan, hujan mengguyur sebagian besar wilayah Kota Marmer, mulai Rabu (6/3) hingga Kamis (7/3) pagi, mengakibatkan ratusan rumah dan puluhan hektare sawah terendam air.

Bahkan, puluhan kolam ikan milik pembudi daya terkena luapan air sehingga ribuan ekor ikan lepas ke area sawah maupun jalan. Titik banjir terparah di Dusun Kasrepan, Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban. Di situ ada sekitar 48 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena rumahnya tergenang air. Tinggi air meluber di jalan maupun persawahan mencapai 70 sentimeter hingga 1,5 meter.

Tak pelak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung menerjunkan dua perahu karet untuk mengevakuasi warga ke tempat aman.

(rt/pur/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia