Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Dalami Dugaan Jaringan Lain Kasus Prostitusi Online ABG

11 Maret 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi

BLITAR KABUPATEN – Polisi terus mendalami bisnis prostitusi online yang dikendalikan tersangka RS. Selain terus menggali keterangan dari tersangka dan dua korban prostitusi yang masih dib awah umur, polisi juga mendalami dugaan jaringan bisnis prostitusi tersebut.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M. Ridha mengatakan, juga mendalami dugaan tersangka memiliki jaringan lain. Polisi terus menggali keterangan dari tersangka yang kini sudah mendekam di balik jeruji Polres Blitar. “Kami masih mendalaminya. Diduga juga ada jaringan lain,” terangnya.

Anis mengatakan, diduga pelaku sudah lama menjalankan bisnis prostitusi online tersebut. Sebab, diduga ada perempuan lain yang dijual oleh pelaku ini. “Dari pengakuannya, tersangka sudah melakukan tiga transaksi prostitusi online tersebut. Namun, kami tidak berhenti di situ. Anggota terus mendalaminya,” terang perwira berpangkat dua melati di pundak ini.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, pelaku menjalankan bisnis esek-esek-nya itu dengan beberapa modus. Tersangka mempertemukan langsung antara perempuan dengan lelaki hidung belang. Lalu, tersangka mencari perempuan sendiri sesuai keinginan pemesan. Itu semua dilakukan secara online melalui Facebook milik pelaku.

Rencananya, polisi juga meminta keterangan lebih lanjut terhadap dua ABG yang menjadi korban prostitusi online tersebut. Keterangan itu dibutuhkan untuk mencari dugaan korban lain yang di bawah umur. Saat ini, kedua ABG itu dipulangkan ke rumah orang tuanya guna memulihkan kondisi psikologisnya. “Kami telah meminta bantuan dari KP2A (Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak) Blitar untuk melakukan pendampingan dan pemulihan psikologis korban,” kata Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin.

Seperti diberitakan, RS warga asal Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, terpaksa diamankan oleh Polres Blitar. Sebab, pemuda 23 tahun itu diduga telah menjalankan bisnis esek-esek secara online (prostitusi online). Berdasarkan informasi yang diterima, dalam menjalankan bisnis haramnya itu, RS menjual gadis kepada pria hidung belang melalui dunia maya. Caranya yakni mem-posting foto gadis lewat Facebook. Bisnis lendir itu pun akhirnya berhasil diungkap aparat Polres Blitar melalui sejumlah rangkaian penelusuran dan penyelidikan.

Dari tangan pelaku, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, dua ponsel milik pelaku dan korban. Uang tunai Rp 3 juta disita dari pelaku, uang Rp 210 ribu disita dari resepsionis hotel, dan kunci kamar.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 76i jopasal 88 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak atas Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 atau pasal 45 Ayat (1) subpasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 11. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara.

(rt/kan/yan/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia