Selasa, 12 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Politik

Diterima CPNS, Satu Caleg Mundur

11 Maret 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi

TRENGGALEK - Kendati Pemilihan Umum (Pemilu) baru dilakukan bulan depan, dipastikan satu nama calon legislatif (caleg) tidak bisa dilantik ketika terpilih nanti. Pasalnya, di masa kampanye seperti kini, satu nama tersebut telah mengundurkan diri.

Caleg tersebut berasal dari daerah pemilihan (dapil) 3. Alasannya, mendaftar sebagai caleg, di saat hampir bersamaan juga mendaftar perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau yang kini disebut aparatur sipil negara (ASN). “Setelah mendaftar dan mengikuti tes perekrutan CPNS, akhirnya caleg tersebut diterima. Makanya mengundurkan diri,” ungkap Ketua Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek Suripto.

Dia melanjutkan, berdasarkan ketentuan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai ASN, TNI, Polri, perangkat desa, dan kepala desa dilarang mendaftar sebagai caleg. Pada awalnya, secara legal formal, tidak ada masalah dengan syarat pencalonan semua caleg. Karena itu, semua nama yang mendaftar dan melengkapi seluruh persyaratan telah masuk dalam daftar caleg tetap (DCT). “Karena itu, semua nama caleg yang masuk dalam DCT sudah siap dicetak di surat suara yang digunakan nanti,” katanya.

Namun seiring berjalannya waktu, karena caleg bersangkutan diterima menjadi CPNS, KPU mendapatkan laporan dia langsung mundur dari keanggotaan partai politik (parpol) pengusung. Karena itu, KPU melakukan klarifikasi kepada dua belah pihak. Baik itu parpol pengusung maupun caleg sendiri. Hasilnya, laporan yang didapat tersebut benar. Caleg tersebut mundur. Karena mundur dari parpol, caleg tersebut tidak memenuhi persyaratan. Sebab, seseorang bisa menjadi caleg jika diusung oleh salah satu parpol peserta pemilu.

Karena sudah ditetapkan sebagai DCT dan kini percetakan surat suara dalam proses, maka otomatis nama caleg bersangkutan tetap ada. Sebagai gantinya, nanti di setiap TPS di dapil caleg bersangkutan, KPU akan memberi pengumuman bahwa ada salah satu nama yang mundur. “Namanya tetap ada karena tidak mungkin namanya dihapus setelah dicetak. Jadi, apabila sudah diumumkan dan namanya masih tetap ada yang memilih, maka suara caleg tersebut akan masuk menjadi suara partai,” jelas Ripto.

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia