Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Asroful, Perajin Batik Tulis Padukan Motif Klasik dan Modern (1)

Sempat Terpuruk saat Krisis Ekonomi

11 Maret 2019, 22: 10: 59 WIB | editor : Retta wulansari

LESTARIKAN BUDAYA: Asroful Rahdantoro ketika menunjukkan hasil karya batik di galeri miliknya.

LESTARIKAN BUDAYA: Asroful Rahdantoro ketika menunjukkan hasil karya batik di galeri miliknya. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Sadar batik merupakan budaya lokal yang harus terus dilestarikan, menggugah Asroful Rahdantoro terus kembangkan seni batik tulis. Bahkan, dia mencoba memadukan motif batik klasik dengan sentuhan modern.

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI

Meski belum besar, bisnis batik milik keluarga Asroful Rahdantoro sedikit demi sedikit mengalami perkembangan. Hingga pada 1998, terjadi krisis ekonomi yang juga berdampak pada perajin batik di Tulungagung. Pria kelahiran 18 November 1986 ini bersyukur, meski mengalami krisis ekonomi, usaha keluarganya tak sampai gulung tikar. Perlahan tapi pasti, berkat keuletan sang ayah, bisnis batiknya mulai membaik. Ini yang menginspirasinya untuk terus melanjutkan usaha batik.

Hingga 2004, pemerintah mulai menggalakkan kembali kerajinan batik sebagai kesenian khas Tulungagung. Roful mengaku mulai menyeriusi bisnis batik pada 2007. Agar usahanya dilirik pasar, pria 33 tahun ini mencoba menggabungkan motif klasik dengan nuansa modern.

Untuk itu, dia terlibat dalam proses desain motif kontemporer dan pewarnaan. Sementara untuk proses mencanting, diserahkan pada sang ibu dan pecanting lain. “Kalau bapak lebih ke motif klasik yang memang pakemnya begitu. Kalau saya sudah kontemporer ada sentuhan modern,” jelasnya. 

(rt/nda/did/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia